Arsip

Archive for 29 November 2009

Pengertian Hukum Islam (Syara’) – Wajib, Sunnah, Makruh, Mubah, Haram

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Di dalam ajaran agama islam terdapat hukum atau aturan perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh setiap umat karena berasal dari Al-Qur’an dan Hadist. Hukum islam yang disebut juga sebagai hukum syara’ terdiri atas lima komponen yaitu antara lain wajib, sunah, haram, makruh dan mubah :

Penjelasan dan Pengertian/Arti Definisi Hukum-Hukum Islam :

1. Wajib (Fardlu)

Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh pemeluk agama islam yang telah dewasa dan waras (mukallaf), di mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. Contoh : solat lima waktu, pergi haji (jika telah mampu), membayar zakat, dan lain-lain.

Wajib terdiri atas dua jenis/macam :
– Wajib ‘ain adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh semua orang muslim mukalaf seperti sholah fardu, puasa ramadan, zakat, haji bila telah mampu dan lain-lain.
– Wajib Kifayah adalah perkara yang harus dilakukan oleh muslim mukallaff namun jika sudah ada yang malakukannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain seperti mengurus jenazah.

2. Sunnah/Sunnat

Sunnat adalah suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Contoh : sholat sunnat, puasa senin kamis, solat tahajud, memelihara jenggot, dan lain sebagainya.

Sunah terbagi atas dua jenis/macam:
– Sunah Mu’akkad adalah sunnat yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW seperti shalat ied dan shalat tarawih.
– Sunat Ghairu Mu’akad yaitu adalah sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis, dan lain-lain.

3. Haram

Haram adalah suatu perkara yang mana tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. Contohnya : main judi, minum minuman keras, zina, durhaka pada orang tua, riba, membunuh, fitnah, dan lain-lain.

4. Makruh

Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Contoh : posisi makan minum berdiri, merokok (mungkin haram).

5. Mubah

Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. Contoh : makan dan minum, belanja, bercanda, melamun, dan lain sebagainya.

99 Nama Allah SWT Asmaul Husna – Sembilan Puluh Sembilan Sebutan Tuhan

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Di dalam kitab suci Al-Qur’an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah sembilanpuluhsembilan nama baik Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :

“Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :
1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu’min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-‘Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi’ (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu’izz (Al Mu’izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami’ (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-‘Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-‘Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-‘Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi’ (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba’ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu’id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu’akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta’ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-‘Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra’uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami’ (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani’ (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi’ (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi’ (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

Sifat Wajib Tuhan Allah Yang Maha Esa – Bukti Bahwa Tuhan Itu Ada

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Apakah anda tidak percaya pada Tuhan yang menciptakan anda? Tuhan yang maha esa adalah ADA dan memiliki sifat sebagai berikut yang wajib untuk kita semua ketahui sebagai berikut di bawah ini :

1. Berwujud / Ada (Wujud)

Allah yang merupakan Tuhan kita keberadaannya sudah pasti ada namun kita tidak bisa melihatnya. Oleh karena itu keberadaan Tuhan itu hanya bisa kita yakini dengan logika yang cukup sederhana. Jika orang yang tidak beragama menganggap bumi dan alam semesta terbentuk dari ketidaksengajaan peristiwa di masa lampau dari zat-zat di luar angkasa, maka mereka pasti akan percaya jika setumpukan sampah secara tidak sengaja membentuk sebuah mobil BMW. Oleh sebab itu alam semesta ada yang membuatnya karena harus dibuat untuk bisa membuat keadaan seperti sekarang ini.

Manusia, binatang dan tumbuhan dibuat oleh Tuhan sejak awal mulanya, bukan karena evolusi. Teori evolusi sudah terbantahkan yang tidak dapat dibuktikan oleh dunia namun ditutup-tutupi oleh media dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

2. Tuhan Ada Tanpa Dimensi Waktu (Qidam)

Sejak awal Tuhan kita sudah ada tanpa ada dimensi waktu seperti di dunia kita. Di akhirat setelah kita meninggal dunia kita akan memasuki dunia baru tanpa ada dimensi waktu. Kita bisa berada di neraka jika kita tidak menyembahNya dan akan masuk ke dalam surga yang nikmat jika kita menyembahNya. Penguasa dunia adalah Tuhan yang maha esa dan kita harus menghormatiNya untuk mendapatkan kasih sayangNya.

3. Kekal Selama-Lamanya (Baqa)

Tuhan berbeda dengan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan yang mengenal adanya hidup dan mati. Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu saat kita akan menjadi mayat. Dan mungkin kita akan melahirkan manusia baru hasil dari bibit sperma atau sel telur kita. Tuhan tidak mengenal dilahirkan dan tidak mengenal kematian. Ia hidup terus-menerus dengan segala urusanNya. Tuhan tidak pernah menyaru atau lahir dan mati sebagai manusia maupun benda hidup dan mati lainnya.

4. Berbeda Dengan MakhlukNya (Mukhalafatu Lilhawadis)

Semua yang ada di dunia kita tidak sama dengan Tuhan Allah. Tuhan bukanlah berbentuk seperti manusia dan memiliki sifat yang manusiawi. Ia memiliki kemampuan tanpa batas yang mampu menghasilkan ciptaan yang tidak akan mampu ditandingi oleh manusia sampai kapan pun. Segala yang menganggap Tuhan adalah benda atau manusia yang dituhankan jelas tidak mendasar. Tuhan tidak pernah lelah sedikitpun, dan Ia tidak pernah beristirahat sekejap pun.

5. Berdiri Sendiri / Tunggal (Qiyamuhu Binafsihi)

Tuhan tidak terbatas kemampuanNya dan tidak pernah terbayangan oleh manusia atas kehebatanNya. Oleh sebab itu manusia tidak akan pernah bisa menjadi Tuhan. Tuhan bisa melakukan segala apa yang dikehendakiNya dalam sekejap tanpa dibantu campur tangan pihak lain ataupun Tuhan lain. Tuhan tidak terdiri dari banyak Tuhan maupun satu kesatuan Tuhan karena Ia adalah satu dan aka selalu satu tidak pernah punya anak, isteri dan keluarga. Tuhan hanya memiliki banyak Malaikat yang menyembahNya, Manusia dan Syetan yang laknat kepada Tuhan di seluruh jagat raya ini.

6. Esa (Wahdaniyah)

Dengan segala kesempurnaanNya Tuhan adalah mutlak satu bnukan hasil penjumlahan, perkalian dan perhitungan lainnya. Sifat Esa tidak dapat disamakan dengan sifat makhluk ciptaannya. Allah sebagai Tuhan sendirian mencipta, menguasai, mengatur, memelihara, dan lain sebagainya.

7. Kekuasaan Tak Terhingga (Qudrat)

Tuhan memiliki kemampuan tak terbatas yang kita sudah tahu kehebatannya dengan menciptakan seluruh jagat raya di mana kemampuan kita sama sekali tidak ada bandingannya dengan kemampuanNya. Ia bisa menghancurkan segala yang ada dengan cepat tanpa kita sadari jika Ia mau. Orang yang berada di atas dan memiliki kekuasaan harus sadar bahwa Allah adalah penguasa sejati dan mereka berada telak jauh di bawahNya.

8. Memiliki Kehendak (Iradat)

Tuhan memiliki kemauan atas suatu hal yang sama sekali tidak bisa kita tolak. Tuhan yang menentukan nasib seseorang sesuai keinginanNya. Apabila Dia berkehendak untuk menghancurkan bumi serta isinya, maka terjadilah. Bila Ia ingin kita mati, maka matilah kita menemui ajal dengan cara sesuai yang Ia tetapkan.

9. Mengetahui Semua Hal (Ilmu)

Tuhan tahu apa yang kita lakukan dan kita pikirkan walaupun hanya dalam hati saja. Jika Tuhan adalah bodoh dan tidak pandai maka Alam semesta dan ciptaan lainnya tidak akan sebaik dan sesempurna seperti yang ada seperti sekarang ini. Tuhan Allah SWT adalah maha jenius jauh diatas seorang profesor doktor pada dunia manusia. Manusia hanya mengetahui segelintir kecil dari apa yang Ia ketahui.

10. Selalu Hidup Tanpa Mati Dan Istirahat (Hayat)

Adanya alam semesta yang membutuhkan pengaturan dan pengawasan yang terus-menerus membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Jika Tuhan tidak hidup untuk selamanya maka ada saatnya Ia mati dan Dunia akan kiamat. Tuhan akan hidup terus menerus menjaga ciptaanNya berjalan dengan baik.

11. Mendengar Semua (Sama)

Semua yang kita bicarakan dengan lidah maupun dengan hati Tuhan dapat mengetahuinya 100%. Jika kita berdoa kepadaNya, Ia akan mendengarkan apa yang kita ucapkan. Pada umumnya apa yang kita minta tidak akan dikabulkan secara langsung. Perlu kerja keras dan usaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Apa-apa yang kita ucapkan, rasakan, pikirkan dapat Ia ketahui dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak.

12. Melihat Semua (Bashar)

Sekecil apapun hal yang ada di alam semesta adalah milik Allah Tuhan alam semesta jagad raya pasti diketahui dan dilihatNya dengan jelas. Zat atom pun dapat ia lihat dengan jelas. Mustahil alam semesta berjalan dengan sempurna tanpa sepengetahuanNya. Apapun yang kita kerjakan di masa lalu dan masa kini dapat dengan Mudah diketahuiNya dan Ia akan meminta segala pertanggungJawaban kita kelak di hari akhir nanti.

13. Memberikan Pedoman Dan Panduan Hidup (Kalam)

Tuhan menurunkan firmanNya melalui malaikat yang kemudian disampaikan kepada RasulNya. Firman yang diberikan kepada manusia segala golongan dan masa untuk dijadikan pedoman dan panduan dalam menjalani hidup yang sebentar di dunia. Di dalam Al-Quran tertulis berbagai petunjuk untuk mendapatkan kasih sayangNya agar hidup bahagia kelak di dunia yang kekal nanti setelah kita mati.

Tambahan :
– Tuhan yang dimaksud dalam artikel ini adalah Allah SWT yaitu Tuhan orang-orang Islam dan Tuhan manusia semua golongan ras dan semua masa/era.
– Orang yang tidak mengakui adanya tuhan disebut Atheis dan belum sadar bahwa Tuhan memang ada.
– Artikel ini boleh dibaca oleh semua orang dan semua agama sebagai bahan perenungan dan meningkatkna keimanan kita sebagai makhluk yang bertuhan.
– Tulisan ini baik dibaca untuk orang yang tidak percaya Tuhan itu ada serta orang lain yang mempercayai keyakinan/kepercayaan lain untuk pembuktian dan membuktikan bahwa Tuhan itu ada.

Macam & Jenis Wajib Dalam Islam – Mu’ayin, Mukhoyir, Mudloyaq, Yunaqqis, Muwasi’, ‘Ain Dan Kifayah

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Dalam Syari’at Islam kita menjumpai tentang hukum. di antaranya Wajib, sunnah (mandub), makruh, haram, dan mubah. hukum-hukum ini dalam ilmu Ushul fiqh biasa di sebut dengan hukum taklifi yang berkaitan dengan perbuatan manusia. Wajib dapat dibagi- bagi berdasarkan substansi, waktu, dan objek yang mengerjakan.

A.Pembagian wajib brdasarkan substansi

Berdasarkan substansinya, wajib bisa di bagi menjadi 2 macam :

1. Wajib Mu’ayin
Secara bahasa mu’ayin adalah sesuatu yang sudah jelas atau tentu. adapun menurut istilah wajib mu’ayin adalah wajib yang sudah di jelaskan kadar ukuran serta tata caranya. kita tidak dapat mengelak dari tuntutan perintah kuwajiban itu. misalnya kewajian kita dalam melaksankan zakat. apabila harta kita sudah sampai satu nisab, maka kita harus mengeluarkan zakatnya dan tidak ada pilihan lagi bagi kita. jika kita meninggalkannya atau tidak mengeluarkan zakat tersebut, maka kita akan berdosa.

2. Wajib Mukhoyir
Mukhoyir secara bahasa artinya memilih. sedangkan menurut istilah wajib mukhoyir adalah perintah yang mewajibkan kepada kita untuk melaksanakan perintah tersebut. namun di sini ada pilhan bagi mukalaf unuk memilih salah satu di antara kuwajiban tersebut. contohnya kewajiban dalam membayar kifarat. dalam pembayaran kifarat, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk memerdekan budak atau memberi makaan terhadap 10 orang fakir miskin atau memberi pakaian kepada 20 orang fakir miskin. di sini kita dapat meilih mana yang mau kita kerjakan. apakah memerdekakan budak, atau memberi makan fakir miskin, atau memberi pakaian kepada fakir miskin. dan apabila kita telah mngerjakan salah satu pilihan tersebut, maka gugurlah ketiga-tiganya. artinya. perinta Allah untuk membayar kifarat telah gugur.

B. Berdasarkan waktu pelaksananaanya
Berdasarkan waktu pelaksanaannya, wajib di bagi menjadi 3 bagian :

1. Wajib Mudloyaq
Wajib mudloyaq adalah wajib yang waktu pelaksanaan sesuai dengan perintah yang di Syariat kan. tidak bisa di tambah ataupun dikurangi. contohnya adalah perntah puasa. Allah telah mensyariatkan kepada hambanya untuk berpuasa mulai terbitnya fajar sampai terbenanyamnya matahari. kita tidak dapat dapat menambahnya ataupun mengurungi kadar waktu yang telah di tentukan oleh syari’at.

2. Wajib Yunaqqis
Wajib yunaqqis adalah wajib yang pelaksanaanya lebih sedikit atau berkurang daripada waktu yang telah di tentukan oleh syariat. contohnya adalah orang wanita yang sedang haid. ketika dia haid dia di larang sholat. tetapi pada jam 2 siang tiba-tiba haidnya sudah berhenti maka dia wajib sholat shoalat dzuhur. padahal sholat dzuhur sebenarnya mulai jam 12 sampai jam 3 atau kurang lebih ada 3 jam. tapi wanita di sini hanya memiliki waktu dzuhur mulai jam 2 sampai jam 3 atau meliki waktu 1 jam. maka disinilah waktunya berkurang dari pada waktu yang telah di tentukan oleh syari’at.

3. Wajib Muwasi’
Wajib muewasi’ adalah wajib yang pelaksanaannya melebihi daripada waktu yangtelah di tentukan oleh syari’at. contohnya sholat 5 waktu. misalnya kita mempunyai waktu untuk sholat dzuhur 3 jam. tapi mungkin waktu yang kita perlukan untuk sholat hanya 30 menit maksimal. maka waktu kita pakai dalam melaksanakan sholat lebih 2 jam 30 menit.

C.Berdasarkan objek pelaksana

Berdasarkan objek yang harus melaksanakan kewajiban, wajib di bedakan menjadi 2 bagian :

1. Wajib ‘Ain
Wajib ain adalah wajib yang pelakunya telah di tentukan oleh syari’at. contohnya kuwajiban sholat dluha dan tahajud bagi Rosulullah SAW,kuwajiban melaksanakn sholat jum’at bagi setiap orang laki-laki yang mukallaf, kewajiban sholat 5 waktu bagi orang yang sudah mukallaf, serta wajibnya zakat fitri bagi setiap umat muslim.

2. Wajib Kifayah
Wajib kifayah adalah wajib yang pelakunya tidak di tentukan oleh syari’at. apabila ada salah satu umat muslim yang mengerjakanya, maka gugurlah kuwajiban itu bagi semua umat muslim. dan apabila tidak ada satupun umat muslim yang mengerjakannya, maka seluruh umat muslim akan menanggung dosanya. contohnya adalah merawat jenazah. mulai memandikan, mengkafani, mensholati, serta menguburnya. apabila tidak ada satupun umat muslim yang mengerjakanya. maka semuanya akan berdosa.

Isi Kandungan Alquran : Aqidah, Ibadah, Akhlak, Hukum, Sejarah & Dorongan Untuk Berfikir – Garis Besar / Inti Sari Al-Quran

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Al-Quran adalah kitab suci agama islam untuk seluruh umat muslim di seluruh dunia dari awal diturunkan hingga waktu penghabisan spesies manusia di dunia baik di bumi maupun di luar angkasa akibat kiamat besar.

Di dalam surat-surat dan ayat-ayat alquran terkandung kandungan yang secara garis besar dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok atau hal utama beserta pengertian atau arti definisi dari masing-masing kandungan inti sarinya, yaitu sebagaimana berikut ini :

1. Aqidah / Akidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.

2. Ibadah
Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa. Dari pengertian “fuqaha” ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.

3. Akhlaq / Akhlak
Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.

4. Hukum-Hukum
Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alqur’an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu’amalat, munakahat, faraidh dan jihad.

5. Peringatan / Tadzkir
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa’id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa’ad. Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.

6. Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.

7. Dorongan Untuk Berpikir
Di dalam al-qur’an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan pemikiran menusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai alam semesta.

Isi Inti Sari Kitab Suci Taurat Pada Nabi Musa A.S. yang Dikemukakan Oleh Prof. Dr. Hamka

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Kitab suci taurat adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Musa a.s. ketika sedang bermunajat di bukit thursina gurun sinai. Taurat berdasarkan bahasa ibrani memiliki pengertian atau arti definisi undang-undang, syariat atau peraturan.

Menurut buku “pelajaran agama islam” yang ditulis oleh Prof. Dr. Hamka mantan ketua MUI / majelis ulama indonesia, Kitab taurat memiliki 10 hukum pokok atau the ten commandments yaitu berisi point-point sebagai berikut :

1. Mengakui keesaan Allah SWT
2. Larangan menyembah patung dan berhala, karena Allah tidak dapat diserupai dengan makhluk-makhluknya
3. Larangan menyebut Allah dengan sia-sia
4. Memuliakan hari sabtu
5. Menghormati ayah dan ibu
6. Larangan membunuh sesama manusia
7. Larangan berzina
8. Larangan mencuri
9. Larangan menjadi saksi yang berdusta
10. Larangan memiliki keinginan untuk menguasai hak orang lain

Hukum-Hukum yang Ada Dalam Alquran/Al-Quran Agama Islam Muslim – Jinayat, Mualamat/Mu’amalat, Munakahat, Faraidh dan Jihad

29 November 2009 2 komentar

Di Dalam kitab suci Alqur’an / Al-Qur’an terdapat hukum-hukum yang bertujuan untuk mengatur kehidupan umat manusia untuk dapat hidup bahagia, tentram, makmur, sejahtera dan lain-lain.

1. Jinayat
JInayat adalah segala macam dan jenis peraturan yang berhubungan dengan tindak kriminal / kriminalitas dalam kehidupan keseharian manusia seperti mencuri, memfitnah, berzina, membunuh, dan lain sebagainya.

2. Muamalat / Mu’amalat
Mu’amalat adalah hukum yang berisi peraturan perdata dalam masyarakat yakni syarikat, jual beli, pinjam meminjam, qiradh, ijarah, dan lain-lain.

3. Munakahat
Munakahat adalah peraturan-peraturan yang mengatur masalah pernikahan /nikah / perkawinan / kawin seperti mas kawin, talak / thalaq / perceraian, rujuk, muhrim, dan lain sebagainya.

4. Faraidh
Faraidh adalah peraturan undang-undang yang mengatur pembagian harta pusaka

5. Jihad
Jihad adalah segala bentuk aturan yang mengatur mengenai permasalahan perang, misalnya seperti harta rampasan perang, tawanan perang, dan lain sebagainya.

Tips dan Cara Mengatasi Haus Lapar Puasa Ramadhan – Melupakan Hawa Nafsu yang Membatalkan Puasa di Bulan Ramadan

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Puasa Ramadhan adalah puasa yang wajib dikerjakan oleh setiap umat islam yang masih hidup di seluruh jagat raya ini. Makhluk halus atau jin, binatang, alien, tumbuhan sama sekali tidak diwajibkan puasa karena di dalam Al-quran hanya manusia atau orang-orang yang beriman saja yang diwajibkan puasa.

Puasa Ramadan terkadang cukup menyebalkan karena harus dikerjakan selama satu bulan ramadan penuh yang bisa berisi 29 sampai 30 hari lamanya berturut-turut tergantung pengumuman pemerintah. Namun dibalik penderitaan puasa terdapat suatu manfaat atau faedah yang sangat berguna seperti untuk melatih diri dari serangan hawa nafsu syaitan yang terkutuk, menahan lapar, haus, pikiran kotor, ngerumpi, syahwat sex, ghibah (ngomongin orang), berbohong, ngerjain orang, dan lain sebagainya. Selain itu dengan sebulan penuh berpuasa romadhon kita bisa meningkatkan ketakwaan kita terhadap Allah SWT serta menjadi kesempatan kita untuk menumpuk amal ibadah karena ibadah di bulan romadon pahalanya berlipat ganda.

Terkadang kita tidak bisa menghindari bekerja seharian dan kehilangan banyak cairan tubuh sehingga terasa sangat haus dan bibir pun mulai pecah-pecah. Mental pun mulai goyah di kala raga sudah terasa kering kerontang tiada akhir. Berikut ini adalah beberapa tips untuk tetap kuat puasa sampai bedug maghrib tiba untuk berbuka puasa :

1. Berada di tempat sejuk dan adem
AC adalah sahabat yang paling baik di kala bulan ramadhan. Berada di ruang ac baik di rumah, kantor ataupun di mall dapat mengurangi rasa kering di sekujur tubuh. Beruntunglah bagi saudara kita yang berada di wilayah geografis dengan temperatur suhu dingin atau bersalju. Suhu yang rendah dapat mengurangi keluar atau penguapan cairan tubuh.

2. Think positive atau berfikir positif
Percayalah bahwa badah yang anda sedang jalankan akan memberikan sesuatu yang sangat tidak ternilai harganya yang lebih berharga dari nyawa anda. Contohnya seperti dengan puasa romadhon kita akan mendapat pahala yang sangat besar, dengan puasa kita akan disayang Allah swt, dengan puasa kita akan jadi kurus, dengan puasa kita kita akan dapat mengontrol hawa nafsu seenak udel bodong kita, dan lain sebagainya. Yang penting membuat mental tambah kuat dalam menghadai segala bentuk kelaparan, kehausan, kagatelan, dan lain-lain.

3. Melupakan waktu dengan hobi
Pernahkan anda berpikir atau berkata bahwa suatu aktifitas dapat membuat anda lupa waktu? Cobalah ingat-ingat dan temukan apakah itu? Bila aktifitas atau kegiatan itu halal dilakukan di bulan puasa maka laksanakanlah. Contohnya seperti main video game, ps2, xbox, nintendo, dingdong, ludo, monopoli, congklak, remi, gaple, tak umpet, tak jongkok, main musik, ngeband, menciptakan lagu, ngeblog, maen internet, nonton tv, ngobrol, pidato, debat, nelpon pacar dan berbagai kegiatan lain yang diridhai oleh Allah swt. Jangan lupa ingat waktu shalat dan waktu beduk buka puasa tiba. Terkadang menjalankan hobi bisa lupa waktu dan akhirnya koleps dan bangun-bangun sudah di alam kubur.

Tips dan Tata Cara Ziarah Kubur yang Baik dan Benar – Adab Mengunjungi Makam Orang yang Sudah Meninggal Dunia

29 November 2009 Tinggalkan komentar

Dari pengertian dan definisinya ziarah kubur adalah suatu kegiatan atau aktivitas mengunjungi makam dari orang yang telah meninggal dunia baik yang dulu semasa hidupnya kita kenal maupun yang tidak kenal. Pada saat berziarah ke kuburan sebaiknya anda mengikuti tata cara yang baik agar mendatangkan hikmah bagi yang berziarah maupun yang diziarahi.
Contoh makam yang orangnya dulu pernah kita kenal adalah seperti makam orang tua, saudara, teman, guru, tetangga, pacar, dan lain sebagainya. Ziarah ke kuburan yang orangnya dulu tidak kita kenal adalah seperti menziarahi taman makam pahlawan, makam ulama islam, dan lain-lain.
Adab Dalam Berziarah Kubur yang Baik dan Benar Menurut Islam :
1. Berperilaku sopan dan ramah ketika mendatangi areal pemakaman.
2. Niat dengan tulus dan ikhlas karena ingin mendapatkan Ridho dari Allah SWT, Bukan untuk meminta sesuatu pada orang yang sudah meninggal.
3. Tidak duduk, menginjak-injak, tidur-tiduran, dll di atas makam orang mati
4. Tidak melakukan tindakan tidak senonoh seperti buang air besar, kencing, meludah, melakukan hubungan suami isteri, buang sampah sembarangan, dan lain-lain.
5. Mengucapkan salam kepada penghuni alam kubur
6. Mendoakan arwah orang yang telah meninggal agar bahagia dan tenang di alam kubur sana dengan ikhlas.

Syukur Nikmat : Mensyukuri & Bersyukur Atas Berbagai Nikmat yang Telah Diberikan oleh Allah SWT

29 November 2009 Tinggalkan komentar

A. Pengertian dan Definisi Syukur Nikmat
Arti syukur adalah berterima kasih, dan nikmat adalah memiliki arti enak, sedap, lezat, karunia, anugrah, dsb. Keduanya sama-sama berasal dari bahasa arab. Syukur nikmat adalah berarti berterimakasih atas suatu anugerah atau pemberian. Dalam hal ini nikmat datang dari Tuhan YME yaitu Allah SWT.
B. Macam / Jenis Nikmat
1. Nikmat Jasmani / Fisik
Nikmat fisik adalah suatu kenikmatan yang dirasakan oleh tubuh kita. Contohnya seperti nikmat sehat, nikmat makanan dan minuman, nikmat bersetubuh, nikmat angin sepoi-sepoi, dan lain-lain.
2. Nikmat Rohani / Mental
Nikmat rohani adalah nikmat yang dirasakan oleh roh atau jiwa kita. Contoh nikmat jiwa yakni nikmat ilmu pengetahuan, nikmat akal pikiran, nikmat perasaan, dan lain sebagainya.
C. Contoh Perilaku Bersyukur Kepada Tuhan Allah SWT
1. Bersyukur dengan Hati dan Perasaan
– Menghindari perilaku buruk yang dibenci manusia dan Allah SWT seperti kikir, ria, fasik, mungkar, keji, dendam, sombong, takabur, munafik, dan sebagainya.
– Selalu ingat kepada Allah SWT dan juga mengingat mati.
– Memiliki perasaan cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya melebihi apapun juga.
– Mengejar kenikmatan akhirat untuk mesuk surga.
2. Beryukur dengan Mulut / Ucapan
– Terbiasa Membaca Al-Quran atau tadarus
– Menyebarkan dan mengajarkan ilmu yang dimiliki
– Selalu ingat Allah dengan berzikir di manapun dan kapanpun kita berada seperti tahlil, tahmid, istigfar, hauqalah, takbir, ta’awudz, dan lain sebagainya
– Senantiasa berdoa kepada Allah untuk mendoakan diri sendiri, keluarga, kerabat, musuh, dan lain sebagainya.
3. Bersyukur dengan Amal Perbuatan
– Melakukan ibadah sholat lima waktu
– Melaksanakan ibadah puasa wajib dan sunat
– Melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangannya
– Berperang dan berjihad di jalan Allah SWT
– Belajar dan mengajarkan ilmu yang telah didapat
– Tolong-menolong sesama manusia
– Melaksanakan ibadah zakat dan haji jika mampu dan memenuhi syarat
4. Bersyukur dengan Harta Benda
– Membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan finansial
– Menabung di bank syariah yang jauh dari praktek riba
– Membangun mushala, masjid, sekolah, jembatan, dan sebagainya
– Menyumbang dana untuk membiayai perang jihad
– Membuat rumah sakit umum
– Mendirikan panti asuhan dan panti jompo islam

Kategori:status Tag:
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.