Beranda > Al-quran 2 > Kebenaran Al-Quran Bag.2

Kebenaran Al-Quran Bag.2

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Bersama ini kami ucapkan salam sejahtera ke seluruh hamba-hamba Allah dimana saja berada, semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Barokah-Nya kepada kita, dan semoga Allah melindungi kita dari gangguan syaitan yang terkutuk, dan semoga Allah menetapkan kasih sayang-Nya kepada kita selama-lamanya. Dan dengan seiring Rahmat dan kasih sayang-Nya itu mari bersama-sama kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam. Dan mari kita memohon kepada-Nya :

(Yaa Allah) yaa Tuhanku, perkenankanlah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan atasku dan atas kedua orang tuaku, bahwa aku hendak beramal sholeh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan orang-orang yang sholeh.“
“ Yaa Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku (dalam mengerjakan perintah-Mu ini). Dan lepaskanlah (perkataan-Mu) dari tali ikatan lisanku ini, (supaya mereka mengerti terhadap apa yang Engkau bicarakan kepada mereka dengan melalui) perkataanku ini, (karena sesungguhnya aku hanya menyampaikan perkataan-Mu yang Engkau perintahkan kepadaku). Dan jadikanlah untukku seorang pembantu yang dari keluargaku. (Yaitu) Harun saudaraku (supaya dia membacakan ayat-ayat Engkau kepada mereka). Dan teguhkanlah kekuatanku dengan dia. Dan jadikanlah dia sekutuku dalam urusanku ini (supaya aku dan dia sama-sama satu urusan dalam mengerjakan perintah-Mu. Dan) supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau. Dan (supaya) kami banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat terhadap apa yang kami (kerjakan). Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sesungguhnya tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.“

Dan semoga Allah melimpahkan salam hormat kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, dan kepada para Anbiya, para Utusan-Nya, keluarganya dan kepada sahabatnya sekalian. Amin, amin, amin yaa Robbal ‘alamin. Amma Ba’du.

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Sebelum kami mengemukakan apa yang hendak kami sampaikan kepada saudara-saudara, maka terlebih dahulu kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya atas kelancangan kami ini, yang mana bahwa kami telah lancang mengirimkan surat ini kepangkuan saudara-saudara dengan tanpa kabar berita yang dari sebelumnya. Akan tetapi karena keadaan waktu yang sangat sempit bagi kami untuk mengunjungi saudara-saudara, maka kami lakukan menjalankan perintah Allah itu dengan cara seperti ini. Maka itu ma’afkanlah kami, karena yang demikian itu bukanlah kami menghinakan saudara-saudara, dan bukan pula kami tidak menghormati saudara-saudara dengan penghormatan yang sebagaimana mestinya, akan tetapi yang demikian itu hanya karena keadaan waktu saja yang tidak mencukupi bagi kami, kalau kami menjalankan perintah Allah itu dengan mengunjungi saudara-saudara.

Oleh karena itu kami kirimkan surat ini ke pangkuan saudara-saudara untuk menunaikan perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepada kami dengan melalui ayat-ayat-Nya, yaitu supaya kami menyampaikan amanat Allah kepada saudara kami di mana saja berada, maka itu mari kita terima apa yang Allah amanatkan kepada kita dengan melalui Al Qur’an itu.

Akan tetapi sebelum dan sesudahnya tidak lupa kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya, apabila ada perkataan kami yang tidak berkenan di hati saudara-saudara atau apa saja kesalahan kami yang terdapat dalam surat ini, karena kesalahan itu bukanlah kami sengaja melakukannya dan bukan pula sesuatu yang kami inginkan, melainkan itu hanya semata-mata dari kebodohan kami sendiri. Maka itu semoga saudara-saudara sudi kiranya mema’afkan segala kesalahan kami yang terdapat dalam surat ini.

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Sebelum kami mengemukakan amanat Allah dengan kebenaran Al Qur’an dalam buku jilid ke dua ini, maka terlebih dahulu mari kita saling bertanya-tanya terhadap diri kita masing-masing.

BENARKAH AL QUR’AN ITU PETUNJUK ALLAH UNTUK 0RANG-0RANG YANG BERTAQWA KEPADA ALLAH DENGAN MENGERJAKAN SEGALA PERINTAH-NYA … ?

“ Ya Benar, sebagaimana yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya ” :

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Alif – Lam – Mim. (Q.S. 2 : 1)

Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan didalamnya, (sebagai) petunjuk untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya). (Q.S. 2 : 2)

(Mereka itu) orang-orang yang beriman kepada yang gaib, dan mereka mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. (Q.S. 2 : 3)

Dan (mereka) orang-orang yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepadamu, dan kepada kitab-kitab yang di turunkan sebelummu, dan mereka yakin kepada (kehidupan) hari akhirat. (Q.S. 2 : 4)

Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah yang beruntung. (Q.S. 2 : 5)

Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja atas mereka, apakah kamu peringatkan mereka atau kamu tidak peringatkan mereka, mereka tidak akan beriman.(Q.S. 2 : 6)

Allah mengunci mati hati mereka dan menutup pendengaran mereka dan penglihatan mereka, dan bagi mereka azab yang sangat berat. (Q.S. 2 : 7)

Dan sesungguhnya (di akhirat) benar-benar Al Qur’an akan (menjadi bahan) penyesalan atas orang-orang kafir itu. (Q.S. 69 : 50)

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Sehubungan dengan adanya Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, maka mari kita saling bertanya kepada diri kita masing-masing, karena kita orang-orang yang bertaqwa kepada Allah, yaitu orang-orang yang mengerjakan perintah Allah.

Maka bagaimana, sudahkah kita menggunakan petunjuk Allah dengan Al Qur’an dalam mengerjakan perintah-Nya itu ? Tentu saja bukan ! Karena sungguh bagaimana kita akan dapat mengerjakan perintah Allah dengan sebagaimana apa yang Allah kehendaki, seandainya kita tidak menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya itu, dan jika kita tidak menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, maka tentu kita akan ragu-ragu apabila kita mengaku orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya itu.

Adapun yang demikian itu karena bagaimana kita akan mengaku orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya. Seandainya kita tidak menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, dan yang demikian itu karena kita tidak mengetahui apa yang Allah kehendaki dalam mengerjakan perintah-Nya.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada kebenaran yang telah ada bersama kita, maka bagaimana apabila kita mengerjakan perintah seseorang yang ada di antara kita, apakah orang yang menyuruh kita itu tidak memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintahnya ? Tentu saja bukan !. Karena kita tidak mengetahui apa yang di kehendaki orang itu dalam mengerjakan perintahnya. Dan jika kita mengerjakan sesuatu tanpa petunjuk dari orang lain, maka yang demikian itu kita tidak termasuk orang yang mengerjakan perintah orang lain, melainkan itu bahwa kita hanya mengerjakan sesuatu itu dari kehendak kita sendiri, bukan mengerjakan perintah orang lain.

Dan demikan pula kita dalam mengerjakan perintah Allah, maka jika kita tidak menggunakan petunjuk Allah atas apa yang telah Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya itu, maka yang demikian itu tentu kita akan ragu-ragu apabila kita hendak mengaku orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya.

Maka itu ambilah petunjuk Allah dalam Al Qur’an apabila kita hendak mengerjakan perintah Allah, kemudian gunakanlah petunjuk itu dalam mengerjakan perintah-Nya, supaya kita tidak ragu-ragu apabila kita mengaku orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya.

Adapun yang demikian itu karena Al Qur’an sudah jelas yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya, baik itu untuk mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rizki yang telah Allah berikan kepada kita dan sebagainya, jika kita percaya kepada Kitab Al Qur’an yang telah Allah turunkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, dan kepada kitab-kitab yang di turunkan sebelumnya, dan kita meyakini akan kehidupan hari akhirat yang telah Allah terangkan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya itu.

Dan tidaklah mungkin Allah menyuruh kita dengan tidak memberi petunjuk untuk mengerjakan perintah-Nya, karena bagaimana kita akan dapat mengerjakan perintah Allah dengan sebagaimana apa yang Allah kehendaki, jika Allah tidak memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintah-Nya, adapun yang demikian itu karena kita tidak mengetahui apa yang Allah kehendaki dalam mengerjakan perintah-Nya.

Oleh karena itu Allah berikan Al Qur’an kepada kita dengan melalui rosul-Nya Nabi besar Muhammad SAW, yaitu sebagai petunjuk untuk mengerjakan segala perintah-Nya, supaya kita tidak kesalahan dalam mengerjakan perintah-Nya, dan dengan mengikuti petunjuk-Nya itu supaya kita dapat mengerjakan perintah Allah dengan sebagaimana apa yang Allah kehendaki.

Maka itu terimalah Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan gunakanlah petunjuk itu dalam mengerjakan perintah-Nya, supaya kita termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk Allah, dan supaya kita termasuk orang-orang yang beruntung, karena dengan mengikuti petunjuk-Nya itu niscaya kita dapat mengerjakan perintah Allah dengan sebagaimana apa yang Allah kehendaki dari perintah-Nya, dan jika demikian tentu kita akan mendapat pahala dari sisi Allah yang sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu.

Dan sungguh bagaimana kita akan termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, jika kita tidak mau mengambil petunjuk-Nya. Dan bagaimana kita akan termasuk orang-orang yang beruntung dalam mengerjakan perintah Allah, jika kita tidak mau menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya.

Adapun yang demikian itu karena seorangpun tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintah Allah, kecuali Allah sendiri.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada kebenaran yang telah ada bersama kita, yaitu apabila kita mengerjakan perintah seseorang yang ada diantara kita, maka tentu orang itu akan memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintahnya, supaya kita dapat mengerjakan perintahnya dengan sebagaimana apa yang ia kehendaki.

Adapun yang demikian itu karena seorangpun tidak ada yang mengetahui apa yang di kehendaki orang itu dalam mengerjakan perintahnya kecuali dia sendiri, maka jika orang yang menyuruh kita itu tidak memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintahnya, niscaya kita akan kesalahan dalam mengerjakan perintahnya, karena kita tidak mengetahui apa yang dikehendaki orang itu dalam mengerjakan perintahnya.

Akan tetapi seandainya orang yang menyuruh kita itu sudah memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintahnya, kemudian kita kesalahan dalam mengerjakan perintahnya, maka jika demikian tentu kita termasuk orang-orang yang mendapat kerugian, bukan termasuk orang-orang yang beruntung dalam mengerjakan perintahnya, karena apa yang kita kerjakan dari perintahnya itu salah tidak sebagaimana apa yang ia kehendaki dari petunjuknya itu. Dan demikian pula kita dalam mengerjakan perintah Allah, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita untuk mengerjakan perintah-Nya.

Maka itu mari kita terima Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan janganlah kita seperti orang-orang kafir yang mengingkari Al Qur’an dengan tidak mau menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan mereka di ingatkan bahwa Al Qur’an itu sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, akan tetapi mereka sama saja seperti orang yang tidak pernah di ingatkan, dan mereka tidak percaya bahwa Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, maka mereka tidak mau mengambil petunjuk Allah dalam Al Qur’an, dan tidak pula mereka mau menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, adapun yang demikian itu karena mereka kafir dengan mengingkari Al Qur’an yang telah Allah turunkan sebagai petunjuk untuk mengerjakan segala perintah-Nya.

Maka Allah mengunci mati hati mereka dan menutup pendengaran mereka dan penglihatan mereka, sehingga mereka seakan-akan tidak mendengar peringatan itu, walaupun mereka melihat sendiri dengan membacanya atau mendengarkan pembicaraan Allah yang menerangkan segala sesuatunya dengan melalui Al Qur’an, maka mereka tidak mau menerima Al Qur’an sebagai petunjuk Allah dan tidak pula mereka mau mengambil petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan bagi mereka hanya azab yang sangat berat, karena mereka kafir dengan mengingkari Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya.

Padahal sungguh di akhirat nanti benar-benar Al Qur’an akan menjadi bahan penyesalan atas orang-orang kafir itu, karena mereka tidak mau menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan tidak pula mereka mau mengambil petunjuk Allah dalam Al Qur’an untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan tidak pula mereka mau menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, dan jika demikian tentu mereka termasuk orang-orang yang rugi dalam mengerjakan perintah Allah.

Adapun yang demikian itu karena Allah telah menerangkan kepada kita dengan ayat-Nya yang firman-Nya :

Dan orang-orang kafir dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah yang menjadi penghuni neraka dan mereka kekal didalamnya. (Qs 2 : 39).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, maka jika kita kafir dengan mengingkari Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, berarti kita mendustakan ayat-ayat Allah, dan jika demikian tentu kita termasuk orang-orang yang rugi dalam mengerjakan perintah Allah.

Adapun yang demikian itu karena Al Qur’an sudah jelas sebagai penerangan dari sisi Allah kepada kita, dan petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-Nya yang firman-Nya :

(Al Qur’an) ini sebagai penerangan bagi manusia dan petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Qs 3 : 138).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwasanya Al Qur’an sebagai penerangan dari sisi Allah kepada manusia dan petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa kapada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya. Maka janganlah kita ragu-ragu apabila kita hendak menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, karena Al Qur’an sudah jelas yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk untuk mengerjakan perintah Allah, dan Allah telah menyempurnakan kalimat-Nya dalam Al Qur’an dengan kebenaran dan keadilan, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Dan (Al Qur’an) telah sempurna kalimat Tuhanmu dengan kebenaran dan keadilan. Yang (seorangpun) tidak ada yang dapat merobah (apa yang telah Allah tetapkan) pada kalimat-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs 6 : 115)

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang dimuka bumi, (niscaya) mereka menyesatkan kamu dari jalan (petunjuk) Allah, (karena) mereka tidak mengikuti (petunjuk Allah) melainkan mereka hanya (mengikuti) prasangka belaka, dan tidaklah mereka (mengatakan bahwa mereka mengikuti petunjuk Allah) melainkan mereka hanya berdusta. (Qs 6 : 116)

Sesungguhnya Tuhanmu Dia lebih mengetahui terhadap orang yang tersesat dari jalan (petunjuk)-Nya, dan Dia lebih mengetahui (pula) kepada orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs 6 : 117)
Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwa Allah telah menyempurnakan kalimat-Nya dalam Al Qur’an dengan kebenaran dan keadilan, yang seorangpun tidak ada yang dapat merobah apa yang telah Allah tetapkan pada kalimat-Nya, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan jika kita mengikuti kebanyakan orang dimuka bumi, bukan mengikuti petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya itu, niscaya mereka akan menyesatkan kita dari jalan petunjuk Allah, karena Allah telah menerangkan kepada kita bahwa kebanyakan mereka tidak mengikuti petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, melainkan mereka hanya mengikuti prasangka belaka, dan tidaklah mereka mengatakan bahwa mereka mengikuti petunjuk Allah, melainkan mereka hanya berdusta.
Dan sesungguhnya Allah lebih mengetahui terhadap siapa diantara kita yang tersesat dari jalan petunjuk Allah, dan Allah lebih mengetahui pula kepada siapa diantara kita yang mendapat petunjuk Allah.

Oleh karena itu mari kita terima Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, karena sungguh siapa lagi yang akan menerima Al Qur’an, jika bukan kita selaku orang Islam, dan bukankah Al Qur’an itu Kitab orang-orang Islam ? Ya benar, Yaitu Kitab yang telah Allah berikan kepada mereka dengan melalui Rosul-Nya Nabi besar Muhammad SAW, dan itu sebagai petunjuk untuk membenarkan apa yang telah ada bersama mereka dalam urusan mengerjakan perintah Allah, supaya mereka tidak kesalahan dalam mengerjakan perintah-Nya.

Dan Al Qur’an sebagai pemimpin mereka yang memimpin kejalan yang lurus, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, dan Dia tidak menjadikan (Al Qur’an) menyimpang baginya (dari jalan yang lurus). (Qs 18 : 1 )

(Al Qur’an sebagai pemimpin yang memimpin ke jalan yang) lurus dan untuk memberi peringatan akan siksaan yang sangat keras dari sisi-Nya, dan untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang beramal shaleh, bahwasanya bagi mereka telah (disediakan) pahala yang baik. (Qs 18 : 2 )

Mereka kekal didalamnya selama-lamanya. (Qs 18 : 3 )

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwa Al Qur’an sebagai pemimpin kita yang memimpin ke jalan yang lurus, dan Allah tidak menjadikan Al Qur’an menyimpang bagi kita dari jalan yang lurus, dan Al Qur’an untuk memberi peringatan kepada kita akan siksaan yang sangat keras dari sisi Allah, dan untuk memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bahwasanya bagi mereka telah disediakan pahala yang baik disisi Allah. Mereka kekal dalam sorga selama-lamanya.

Dan janji Allah bukan menurut angan-angan kosong kita, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Dan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, kelak Kami masukkan mereka ke dalam sorga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah adalah benar, dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ?. (Qs 4 : 122 )

(Pahala dari Allah) bukan menurut angan-anganmu yang kosong dan bukan (pula) menurut angan-angan kosong Ahli Kitab. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya ia dibalas dengan (kejahatan), dan baginya tidak mempunyai pelindung dan penolong dari selain Allah. (Qs 4 : 123 )

Dan barang siapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itulah yang masuk sorga dan sedikitpun mereka tidak dianiaya. (Qs 4 : 124 )

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwasanya Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bahwasanya kelak Allah akan masukkan mereka ke dalam sorga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Dan janji Allah adalah benar, dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ? Tidak ada bukan ! Kecuali Allah

Maka itu berpegang teguhlah kita kepada perkataan Allah, karena Pahala dari Allah bukan menurut angan-angan kosong kita, yang tidak ada dalam hati kita bahwa kita akan memberikan sorga yang penuh kenikmatan kepada siapa yang mengerjakan perintah kita, dan bukan pula menurut angan-angan kosong Ahli Kitab, yang tidak ada dalam hati mereka bahwa mereka akan memberikan sorga yang penuh kenikmatan kepada siapa yang mengerjakan perintah mereka.

Dan Allah menjanjikan, barang siapa yang melakukan kejahatan niscaya ia dibalas dengan kejahatan, yaitu neraka jahanam ia kekal didalamnya selama-lamanya, dan baginya tidak mempunyai pelindung dan penolong dari selain Allah. Dan barang siapa yang beramal sholeh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itulah yang masuk sorga dan sedikitpun mereka tidak dianiaya.

Itulah yang dijanjikan Allah kepada kita, apabila kita beriman kepada Allah dan beramal sholeh dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala cegahan-Nya. Maka itu mari kita terima Al Qur’an dari sisi Allah, dan jadikanlah Al Qur’an sebagai pemimpin kita yang memimpin kejalan yang lurus atau yang benar, karena Allah tidak menjadikan Al Qur’an menyimpang bagi kita dari jalan yang benar, melainkan Al Qur’an benar-benar akan memimpin kita dengan menunjukan jalan yang lurus agar kita sampai kepada Allah, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan Kami telah menurunkan cahaya terang kepadamu (dengan Al Qur’an). (Qs 4 : 174 )

Maka adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan mereka berpegang teguh kepada (perkataan)-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam rahmat dan karunia dari pada-Nya, dan Allah akan memberi petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus (agar mereka sampai) kepada-Nya. (Qs 4 : 175 )

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwa sesungguhnya Allah telah mendatangkan bukti-bukti kebenaran kepada kita, dan Allah telah menurunkan cahaya terang kepada kita dengan melalui Al Qur’an. Maka apabila kita beriman kepada Allah dan kita berpegang teguh kepada perkataan-Nya, maka Allah akan memasukkan kita kedalam rahmat dan karunia dari pada-Nya, dan Allah akan memberi petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus agar kita sampai ke sisi Allah.

Maka itu jadikanlah Al Qur’an sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintah-Nya, dan gunakanlah petunjuk itu dalam mengerjakan perintah-Nya, mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat nanti.

Demikianlah kami sampaikan kepada saudara-saudara semoga bermanfa’at bagi kita semua, dan mari kita terima amanat Allah atas apa yang Allah amanatkan kepada kita dengan melalui Al Qur’an.

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Sesungguhnya Allah menyuruh kita, supaya kita menjadi orang yang menegakkan keadilan karena Allah, dan supaya kita menegakkan kebenaran dengan menjadi saksi terhadap perbuatan manusia dalam mengerjakan perintah Allah, yaitu apakah mereka mengerjakan perintah Allah itu benar sebagaimana apa yang telah Allah tunjukkan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya ? Atau tidak demikian !

Adapun yang demikian itu karena Allah telah memberi petunjuk kepada kita dengan Al Qur’an yang tidak ada keraguan didalamnya sebagai petunjuk untuk mengerjakan segala perintah-Nya. Dan yang demikian itu karena Allah tidaklah menyuruh manusia agar mereka mengabdi kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya, melainkan itu dengan memberikan petunjuknya, supaya mereka dapat mengerjakan perintah Allah dengan sebagaimana apa yang Allah kehendaki dari perintah-Nya itu, dan supaya mereka tidak kesalahan dalam mengerjakan perintah-Nya.

Maka saksikanlah oleh kita perbuatan manusia itu, walaupun itu terhadap perbuatan kita sendiri, atau terhadap perbuatan ibu-bapak kita dan kaum kerabat kita, dan jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih mengetahui terhadap perbuatan keduanya dan demikian pula terhadap perbuatan kita, maka janganlah kita mengikuti hawa nafsu kita sendiri dalam menyaksikan perbuatannya itu, supaya kita dapat berbuat adil dalam menegakan kebenaran, yaitu apabila diantara kita ada yang mengerjakan perintah Allah itu salah tidak sebagaimana apa yang telah Allah tunjukan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya, maka yang demikian itu kitapun ikut menyalahkan terhadap perbuatannya dengan mengatakan salah. Dan apabila diantara kita ada yang mengerjakan perintah Allah itu benar sebagaimana apa yang telah Allah tunjukan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya, maka yang demikian itu kitapun ikut pula membenarkan terhadap perbuatannya dengan mengatakan benar.

Dan janganlah kita memutar balikkan perbuatan kita sendiri, setelah kita menyaksikan bahwa perbuatan kita itu ada yang salah, yaitu bahwa kita memutar balikkan dengan menganggap benar terhadap perbuatan kita yang salah, seandainya perbuatan kita ada yang salah dalam mengerjakan perintah Allah, dan jangan pula kita menganggap salah terhadap perbuatan kita yang benar, apabila perbuatan kita ada yang benar dalam mengerjakan perintah-Nya itu. Karena yang demikian itu kita hanya menipu diri kita sendiri setelah kita menyaksikan bahwa apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu ada yang salah, atau ada yang benar sebagaimana yang telah Allah tunjukan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya, dan jangan pula kita menentang kebenaran yang telah Allah turunkan kepada kita dengan melalui Al Qur’an, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kita kerjakan. Dan jangan pula kita membantah kebenaran dengan tidak mau berbuat yang benar dalam mengerjakan perintah Allah, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

(Yaitu) sebagaimana Tuhanmu menyuruh kamu supaya kamu pergi dari rumahmu dengan (membawa) kebenaran, dan sungguh segolongan dari orang-orang yang beriman itu mereka ada yang tidak menyukai (kebenaran). (Qs 8 : 5).

Mereka membantah kamu dalam kebenaran sesudah (kebenaran itu) nyata, (yang bantahannya itu) seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, padahal mereka melihat (bahwa yang mereka bantah itu kebenaran dari Tuhanmu).(Qs 8 : 6).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwa Allah menyuruh kita supaya kita pergi dari rumah kita dengan membawa kebenaran, untuk membenarkan apa yang telah ada bersama kita dalam urusan mengerjakan perintah Allah, yang salah satu diantaranya ialah urusan sholat, supaya kita memperbaiki sholat kita agar sholat kita benar sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita mendirikan sholat untuk menyembah Allah, yaitu ketika kita sholat bersujud menyembah kepada-Nya. Dan segolongan dari orang-orang yang beriman itu mereka ada yang tidak menyukai kebenaran, atau mereka tidak mau berbuat yang benar dalam urusan mengerjakan sholat.

Maka mereka membantah kebenaran sesudah kebenaran itu nyata untuk mereka, yang bantahannya itu seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, maka mereka menangguh-nangguhkan untuk memperbaiki sholatnya, yaitu seperti mereka minta diberi tempo dari kematiannya. Padahal mereka melihat bahwa itu kebenaran untuk mereka, agar mereka benar sholatnya, dan agar mereka beruntung di dunia dan di akhirat nanti.

Adapun yang demikian itu karena Allah telah menurunkan kebenaran kepada kita dengan Al Qur’an, sesudah Allah menurunkan kebenaran yang telah ada bersama kita, dan dengan dua kebenaran itu supaya kita dapat berlaku adil atau benar dalam mengerjakan perintah Allah.

Sebagai perumpamaan, apabila kita mengerjakan perintah seseorang yang menyuruh kita dengan berdasarkan suatu perjanjian, yaitu bahwasanya ia akan memberi upah kepada kita sebagai pembayaran atas apa yang telah kita kerjakan dari perintahnya, maka yang demikian itu tentu sesudah kita menyanggupi apa yang telah ia perintahkan kepada kita dengan perjanjiannya itu, pasti kita kerjakan dengan sungguh-sungguh serta benar sebagaimana yang ia kehendaki dari perintahnya itu.

Dan demikian pula kita dalam mengerjakan perintah Allah, yaitu sesudah kita menyanggupi apa yang telah Allah perintahkan kepada kita dengan perjanjian-Nya itu, maka pasti kita kerjakan dengan sungguh-sungguh serta benar sebagaimana yang Allah kehendaki dari perintah-Nya itu, jika kita berlaku adil kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya.

Itulah dua kebenaran yang telah ada bersama kita, supaya kita berlaku adil serta benar dalam mengerjakan suatu perintah. Dan janganlah kita tidak berlaku adil kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, yaitu apabila kita mengerjakan perintah Allah, maka kita bermalas-malasan seakan-akan Allah tidak memberi upah kepada kita atas apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu, padahal Allah telah menjanjikan pahala yang baik kepada kita sebagai upah atas apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya, yaitu sorga yang penuh kenikmatan yang tidak dapat dibeli walaupun dengan emas sepenuh bumi, kecuali dengan mengerjakan segala perintah-Nya.

Maka itu berlaku adilah kita kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, dan janganlah kita asal mengerjakan saja dalam melaksanakan perintah Allah, yaitu seakan-akan kita tidak menggunakan akal untuk mengusahakan yang baik atau yang benar dalam mengerjakan perintah-Nya itu, karena jika apa yang kita kerjakan dari perintah-Nya itu rusak atau salah tidak sebagaimana apa yang Allah kehendaki dari perintah-Nya, maka tentu Allah tidak menerima amal perbuatan kita yang rusak atau yang salah itu.

Dan jika demikian tentu Allah akan memberi peringatan kepada kita dengan mengemukakan kerusakan atau kesalahan kita dalam mengerjakan perintah-Nya, dan tentu Allah akan memberi petunjuk lagi kepada kita, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita dengan sebagaimana apa yang Allah kehendaki dari perintah-Nya, yaitu supaya kita dapat memperbaiki kerusakan atau kesalahan kita dalam mengerjakan perintah-Nya, dan jika kita tidak mau memperbaiki apa yang rusak atau yang salah dalam mengerjakan perintah-Nya, maka tentu Allah akan murka kepada kita dengan mengutuk kita.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada kebenaran yang telah ada bersama kita, yaitu apabila kita mengerjakan perintah seseorang, kemudian apa yang kita kerjakan dari perintahnya itu ada yang rusak atau yang salah tidak sebagaimana apa yang ia kehendaki dari perintahnya, maka tentu orang yang menyuruh kita itu akan memberi peringatan kepada kita dengan mengemukakan kerusakan atau kesalahan kita dalam mengerjakan perintahnya, dan tentu ia akan memberi petunjuk lagi kepada kita sesudah ia memberi petunjuk dengan sebagaimana apa yang ia kehendaki dari perintahnya itu, supaya kita dapat memperbaiki kerusakan atau kesalahan kita dalam mengerjakan perintahnya, dan jika kita tidak mau memperbaiki apa yang rusak atau yang salah dalam mengerjakan perintahnya, maka tentu orang yang menyuruh kita itu akan marah kepada kita dan mengutuk kita dengan mencaci maki kepada kita.

Itulah dua kebenaran yang kita harus berlaku adil serta benar dalam mengerjakan suatu perintah. Maka itu berlaku adilah kita kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, yaitu sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Katakanlah :” Tuhanku menyuruh berbuat adil, (maka) luruskanlah mukamu disetiap (sholat) dengan bersujud (menyembah kepada-Nya), dan berdo’alah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya, sebagaimana Dia mulai menciptakan kamu yang kamu akan dikembalikan kepada-Nya. (Qs 7 : 29 )

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar, dan itu (lakukanlah dalam) sholat, dan sesungguhnya (sholat itu) sungguh berat, kecuali orang-orang yang khusyu. (Qs 2 : 45 )

(Yaitu) orang-orang yang meyakini, sesungguhnya mereka (sholat) hendak menemui Tuhannya, dan (yang demikian itu) sesungguhnya mereka kembali (menghadap) kepada-Nya. (Qs 2 : 46 )

Itulah yang telah Allah perintahkan kepada kita supaya kita berlaku adil kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, dan yang demikian itu bahwa Allah minta keadilan kepada kita dalam mengerjakan segala perintah-Nya, baik itu dalam melakukan sholat maupun dalam mengerjakan perintah Allah yang lainnya. maka apabila kita hendak melakukan sholat luruskanlah wajah kita kepada Allah dengan bersujud menyembah kepada-Nya, dan berdo’alah kita kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kita kepada perintah-Nya, sebagaimana Allah mulai menciptakan kita yang kita akan dikembalikan kepada-Nya.

Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar, dan itu lakukanlah dalam sholat, dan sesungguhnya sholat itu sungguh berat bagi kita, kecuali kita khusyu serta sungguh-sungguh mengusahakannya, dan meyakini bahwa sesungguhnya kita sholat hendak menemui Allah, dan yang demikian itu sesungguhnya kita kembali menghadap kepada Allah, sebagaimana Allah mulai menciptakan kita yang kita akan dikembalikan kepada-Nya.

Yaitu, bagaimana Allah mulai menciptakan kita dari setetes air mani, maka ketika itu tentu Allah menghadap kepada kita, dan tentu Allah selalu kembali menghadap kepada kita hingga sempurna kejadian kita sebagamana yang Allah kehendaki. Dan sesudah itu Allah mengeluarkan kita, kemudian Allah mengembalikan kita kepada-Nya dengan menyuruh kita, supaya di setiap sholat kita meluruskan wajah kita kepada Allah dengan bersujud menyembah kepada-Nya, maka bersujudlah kita kepada Allah dan sembahlah Dia, dan janganlah kita meninggalkan sholat, karena sholat itu merupakan suatu jalan kembali kita kepada Allah yang telah ditentukan waktunya.

Maka apabila kita telah kedatangan waktu sholat, maka berdirilah kita untuk melakukan sholat, dan rukulah kita dan sujudlah kita dan sembahlah Allah sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa (kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya itu). (Qs 2 : 21).

Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap(nya), dan Dia turunkan air (hujan) dari langit, lalu dengannya itu Dia keluarkan buah-buahan sebagai rizki untukmu, maka (yang demikian itu) janganlah kamu jadikan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui (bahwa ciptaan-Nya itu tidaklah sama dengan-Nya). (Qs 2 : 22).

(Ingat !) sesungguhnya Allah tidak mengampuni (dosa) orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan (sesuatu dalam penyembahannya) dan Allah akan mengampuni (segala dosa) selain (dosa) yang demikian kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang mempersekutukan Allah dengan (sesuatu dalam penyembahannya), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar. (Qs 4 : 48).

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang membersihkan dirinya (dari mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam penyembahannya) ? Bahkan (sebenarnya) Allah-lah yang membersihkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan sedikitpun mereka tidak dianiaya. (Qs 4 : 49).

Perhatikanlah, bagaimana mereka mengada-adakan kedustaan kepada Allah (dalam penyembahannya) ?, dan cukuplah (perbuatan)nya itu menjadi dosa yang nyata. (Qs 4 : 50).

Itulah yang telah Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya, supaya kita menyembah Allah Tuhan yang telah menciptakan kita dan orang-orang yang sebelum kita, dan supaya kita bertakwa mengerjakan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya itu.

Dan janganlah kita mempersamakan Allah dengan ciptaan-Nya sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita untuk menyembah-Nya itu, dan yang demikian itu karena Allah telah mengingatkan kita bahwa ciptaan-Nya itu tidaklah sama dengan-Nya.

Dan yang demikian itu tentu kita harus bertanya-tanya kepada diri kita masing-masing, dimanakah kita mempersamakan Allah dengan ciptaan-Nya itu ?” Yaitu ketika kita bersujud menyembah dengan menyebut-nyebut Nama Allah sedang rasa hati dan ingatan kita tercurah kepada sesuatu, bukan tercurah kepada Allah yang telah menciptakan kita, dan jika kita berbuat demikian dalam penyembahan kita kepada Allah, maka sungguh kita termasuk orang-orang yang mempersamakan Allah dengan sesuatu.

Maka itu berusahalah kita meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah, apabila kita sholat bersujud menyembah-Nya itu, supaya kita tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu, adapun yang demikian itu karena Allah tidak akan mengampuni dosa orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam ingatannya ketika mereka bersujud menyembah-Nya itu, dan Allah akan mengampuni segala dosa selain dosa yang demikian kepada siapa yang Dia kehendaki.

Dan barang siapa diantara kita ada yang mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam ingatannya ketika ia bersujud menyembah dengan menyebut-nyebut Nama Allah, maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar kepada Allah. Adapun yang demikian itu karena Allah tidaklah sama dengan sesuatu yang ia ingat selain Allah ketika ia bersujud menyembah dengan menyebut-nyebut Nama-Nya itu.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada kebenaran yang telah ada bersama kita, maka bagaimana apabila manusia menciptakan sesuatu, apakah ciptaan itu sama dengan manusia yang telah menciptakannya itu ?” Tidak sama bukan !

Maka itu perhatikanlah oleh kita, bagaimana ia mengada-adakan kedustaan kepada Allah dalam penyembahannya ?, yaitu ketika ia bersujud menyembah dengan menyebut-nyebut Nama Allah sedang rasa hati dan ingatannya tercurah kepada sesuatu selain Allah, dan jika demikian cukuplah perbuatannya itu menjadi dosa yang nyata kepada Allah, karena ia telah menipu Allah dengan mengada-adakan kedustaan kepada Allah dalam penyembahannya,.

Dan sungguh seandainya ia bersujud hendak menyembah sesuatu selain Allah, maka mengapa ketika ia bersujud itu menyebut-nyebut Nama Allah, bukan menyebut-nyebut nama sesuatu selain Allah yang ia ingat ketika ia bersujud menyembahnya itu, adapun yang demikian itu karena Nama Allah yang ia sebut-sebut itu bukan nama sesuatu selain Allah yang ia ingat ketika itu, maka cukuplah perbuatannya itu menjadi dosa yang nyata kepada Allah, karena ia telah menipu Allah dengan mengada-adakan kedustaan kepada Allah dalam penyembahannya, jika ia berbuat demikian dalam penyembahannya kepada Allah.

Maka bagaimana, apakah perbuatan kita dalam mengerjakan perintah Allah itu sudah benar, sebagaimana yang telah Allah tunjukkan kepada kita dengan melaui ayat-ayat-Nya ? Atau tidak demikian !

Dan jika keadaan kita dalam penyembahan kita itu masih mempersamakan Allah dengan sesuatu, maka mari kita bersihkan rasa hati dan ingatan kita dari mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam penyembahan kita kepada Allah, karena Allah telah menegur kita :” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang membersihkan dirinya dari mempersekutukan Allah dengan sesuatu dalam penyembahannya ? Bahkan sebenarnya Allah-lah yang membersihkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan sedikitpun mereka tidak dianiaya.

Maka itu mari kita bersihkan rasa hati dan ingatan kita dari mempersamakan Allah dengan sesuatu, mudah-mudahan Allah membersihkan kita dari berbuat demikian, dan yang demikian itu karena Allah tidak akan merubah ketetapan kita sebelum kita merubahnya terlebih dahulu, dan sungguh tidaklah Allah membersihkan kita dari mempersekutukan Allah dengan sesuatu, melainkan itu dengan memberi peringatannya kepada kita supaya kita tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu.

Maka itu janganlah kita malas untuk membersihkannya, sesudah Allah memperingatkan kita agar kita tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu, dan janganlah kita malas untuk mengerjakan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya, karena yang demikian itu seakan-akan kita memusuhi Allah, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Katakanlah : “ Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka sesungguhnya dia telah menurunkan (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, untuk membenarkan apa yang telah ada diantara kedua tangannya, dan sebagai petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (Qs 2 : 97 ).

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Rosul-rosul-Nya, Jibril dan Mika’il, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir. (Qs 2 : 98 ).

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu, dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang-orang fasik. (Qs 2 : 99 ).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwa barang siapa diantara kita ada yang menjadi musuh Malaikat Jibril, maka sesungguhnya Malaikat Jibril telah menurunkan Al Qur’an ke dalam hati kita dengan izin Allah, yaitu untuk membenarkan apa yang telah ada diantara kedua tangan kita yang menjadi pegangan kita, atau itu untuk membenarkan antara kedua pegangan kita dalam urusan mengerjakan suatu perintah, yaitu antara urusan kita dalam mengerjakan perintah Allah dan urusan kita dalam mengerjakan perintah manusia.

Sebagai perumpamaan, apabila kita mengerjakan sesuatu dari perintah manusia, maka tentu yang menjadi pegangan kita itu dari perkataan manusia yang telah menyuruh kita, dan demikian pula petunjuknya yang kita pegang untuk mengerjakan perintahnya, supaya kita tidak kesalahan apabila kita menggunakan petunjuknya dalam mengerjakan perintahnya, dan supaya kita dapat mengerjakan perintahnya dengan benar sebagaimana yang ia tunjukan kepada kita dari perintahnya itu, dan demikian pula upah kerjanya yang kita pegang dari perjanjiannya kepada kita sebagai balasan atas apa yang telah kita kerjakan dari perintahnya, dan yang demikian itu sebagai kabar gembira bagi kita yang percaya kepada janjinya itu.

Dan demikian pula apabila kita mengerjakan sesuatu dari perintah Allah, maka itu sudah pasti yang menjadi pegangan kita itu dari perkataan Allah yang telah menyuruh kita, dan demikian pula petunjuk-Nya yang kita pegang untuk mengerjakan perintah-Nya, supaya kita tidak kesalahan apabila kita menggunakan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, dan supaya kita dapat mengerjakan perintah Allah dengan benar sebagaimana yang telah Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya itu, dan demikian pula pahala yang Allah janjikan kepada kita sebagai upah atas apa yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya, dan yang demikian itu sebagai kabar gembira bagi kita yang beriman kepada janji-Nya itu.

Itulah dua pegangan kita dalam urusan mengerjakan suatu perintah, supaya kita dapat membenarkan apabila diantara kedua pegangan kita itu ada yang salah atau tidak adil dalam urusan mengerjakan suatu perintah. Maka berlaku adilah kita kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, dan berpegang teguhlah kita kepada perkataan Allah apabila kita hendak mengerjakan perintah Allah. Dan janganlah kita menjadi musuh Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Rosul-rosul-Nya, Jibril dan Mika’il, karena sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir yang mengingkari perintah-Nya itu.

Dan yang demikian itu karena sesungguhnya Allah telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepada kita, dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang malas untuk mengerjakan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya itu.

Maka janganlah kita malas untuk mengerjakan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya, karena dengan adanya kemalasan kita itu niscaya kita akan mengingkari perintah Allah dengan tidak mau mengerjakannya, dan jika demikian tentu kita akan menjadi musuh Allah, karena kita termasuk orang-orang kafir yang mengingkari perintah Allah dengan tidak mau mengerjakan perintah-Nya.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada kebenaran yang telah ada bersama kita, yaitu bagaimana apabila kita dimusuhi oleh seseorang yang ada diantara kita, maka apakah orang yang memusuhi kita itu mau mengerjakan perintah kita dengan mengikuti petunjuk kita untuk mengerjakan perintah kita itu ? Tidak mungkin bukan ! Kecuali berpaling.”

Maka itu janganlah kita malas untuk mengerjakan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya, jika kita bukan orang-orang yang memusuhi Allah. Dan ingatlah kita akan perkataan Malaikat Jibril yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Dan (ingatlah ketika Jibril berkata) : “ Tidaklah kami turun melainkan (kami membawa) perintah Tuhanmu. Sungguh kepunyaan Dia apa yang ada dihadapan kami dan apa yang ada dibelakang kami dan apa yang ada diantara keduanya, dan sekali-kali Tuhanmu tidaklah lupa (atas milik-Nya).“ (Qs 19 : 64).

“(Sesungguhnya Tuhanmu) Tuhan (pencipta) langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah kamu dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui (bahwa ciptaan-Nya itu ada) yang sama dengan-Nya ?” (Qs 19 : 65).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita, bahwa Tidaklah Malaikat Jibril turun melainkan itu membawa perintah Allah, yaitu supaya menurunkan Al Qur’an ke dalam hati kita dengan izin Allah, atau supaya memasukan perkataan Allah kedalam hati kita, agar kita memahami apa yang Allah bicarakan kepada kita dengan melalui ayat-ayat-Nya itu. Dan ingatlah ketika Malaikat Jibril berkata :” Sungguh kepunyaan Allah apa yang ada dihadapan kami dan apa yang ada dibelakang kami dan apa yang ada diantara keduanya, dan sekali-kali Tuhanmu tidaklah lupa atas milikNya.“

Maka bagaimana, apakah perkataannya itu tidak masuk kedalam hati kita sehingga kita tidak dapat memahaminya ? tentu saja bukan ! Yaitu bahwa apa yang ada dihadapan kita dan apa yang ada dibelakang kita dan apa yang ada diantara kedua langit dan bumi itu kepunyaan Allah, maka janganlah kita mempersamakan Allah dengan milik-Nya sesudah kita memahaminya, dan sekali-kali Allah tidaklah lupa atas milik-Nya yang kita sembah dengan meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada milik-Nya itu, maka Allah menerangkannya kepada kita dengan benar, karena sesungguhnya Allah Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya.

Maka sembahlah Allah Tuhan pencipta langit dan bumi, dan janganlah ingatan kita tercurah kepada sesuatu selain Allah, karena itu bukan Allah melainkan semua itu milik Allah, maka janganlah kita menyembah milik-Nya sesudah kita mengetahui bahwa milik-Nya itu tidaklah sama dengan-Nya, dan berteguh hatilah kita dalam beribadat dengan menyembah kepada-Nya itu, sesudah kita mengetahui bahwa Allah tidaklah sama dengan milik-Nya, dan yang demikian itu supaya kita dapat mengerjakan perintah Allah dengan sebagaimana yang Allah kehendaki,

Maka itu mari kita berusaha untuk meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah dalam penyembahan kita kepada-Nya, yaitu sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk (menyembah-Ku) dengan mengingat-Ku. (Qs 20 : 14 )

Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku-pun ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kamu kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (petunjuk)-Ku. (Qs 2 : 152 )

( Ingat ! ) Allah tidak dapat di capai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan,dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Qs 6 : 103 )

(Sungguh) Dia melihat kamu ketika kamu berdiri (sholat). (Qs 26 : 218 )

Dan (Dia melihat) gerak-gerikmu dalam bersujud, (maka ketika itu kepada siapakah kamu menyembah ?). (Qs 26 : 219 )

Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (apa yang kamu sembah ketika bersujud). (Qs 26 : 220 ).

Katakanlah : “ Mengapa kamu menyembah sesuatu selain Allah yang tidak kuasa memberi mudharot kepadamu dan tidak (pula) memberi manfa’at ? “ Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “.(Qs 5 : 76 ).

Maka bersujudlah (kamu) kepada Allah dan sembahlah (Dia). (Qs 53 : 62 )

Wahai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan kerjakanlah kebaikan (supaya kamu beruntung). (Qs 22 : 77 )

Sesungguhnya orang-orang yang di sisi Tuhanmu, mereka tidak menyombongkan diri dari beribadat kepada-Nya, dan mereka selalu mensucikan dari (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan hanya kepada Allah-lah mereka bersujud (menyembah kepada-Nya). (Qs 7 : 206 )

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Itulah yang telah Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya, supaya kita mendirikan sholat untuk menyembah Allah dengan mengingat kepada-Nya, maka itu sembahlah Allah dengan bersujud menyembah kepada-Nya, karena sungguh tidak ada Tuhan yang hak kita sembah kecuali Allah Tuhan yang telah menciptakan kita.

Dan ingatlah kita kepada Allah supaya Allah ingat kepada kita, adapun yang demikian itu karena Allah telah mengingatkan kita, yaitu apabila kita ingat kepada Allah niscaya Allah-pun ingat pula kepada kita, dan bersyukurlah kita kepada Allah yang telah mengingatkan kita dengan memberi petunjuk kepada kita untuk menyembah-Nya itu, dan janganlah kita mengingkari petunjuk Allah, karena yang demikian itu niscaya kita akan tersesat dari jalan petunjuk Allah dalam mengerjakan perintah-Nya. Dan berusahalah kita untuk meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah dalam penyembahan kita kepada-Nya itu.

Adapun yang demikian itu karena Allah tidak dapat di capai oleh penglihatan kita, sedang Allah dapat melihat segala yang kelihatan, dan yang demikian itu karena Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Sungguh Allah melihat kita ketika kita berdiri sholat. Dan Allah melihat gerak-gerik kita dalam bersujud, maka ketika itu kepada siapakah kita menyembah ?

Ingat ! Amal perbuatan kita yang pertama akan di tanyakan Allah kepada kita, adalah urusan mengerjakan sholat menyembah kepada Allah.

Maka itu ingat-ingatlah oleh kita kepada siapakah kita menyembah ketika kita bersujud ? Dan tidaklah mungkin Allah memberi peringatan kepada kita dengan mengatakan :” Mengapa kamu menyembah sesuatu selain Allah yang tidak kuasa memberi mudharot kepadamu dan tidak pula dapat memberi manfa’at ? “ Jika penyembahan kita itu benar menyembah Allah ketika kita bersujud menyembah-Nya itu, adapun yang demikian itu karena Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Yaitu bahwa Allah Maha Mendengar ketika kita bersujud menyembah dengan menyebut-nyebut Nama-Nya itu, dan Allah Maha Mengetahui kepada siapa kita meluruskan rasa hati dan ingatan kita ketika kita bersujud menyembah dengan menyebut-nyebut Nama-Nya itu. Adapun yang demikian itu karena Nama Allah yang kita sebut-sebut ketika kita bersujud itu bukan nama sesuatu selain Allah yang kita ingat ketika kita bersujud menyembahnya itu, melainkan Nama Allah adalah Nama Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang telah ada diantara keduanya, yaitu Nama Tuhan yang telah menciptakan kita.

Maka bagaimana, benarkah yang kita sembah ketika kita bersujud itu adalah Allah yang telah menciptakan kita ?” Ataukah kita tidak merasa menyembah apa-apa ketika kita bersujud itu ?

Dan jika benar bahwa yang kita sembah ketika kita bersujud itu adalah Allah yang telah menciptakan kita, maka tentu tidaklah kita menyebut-nyebut Nama Allah ketika kita bersujud menyembah-Nya, melainkan rasa hati dan ingatan kita itu benar-benar lurus tercurah kepada Allah yang telah menciptakan kita. Yaitu sebagaimana kita menyeru bapak-bapak kita, maka ketika itu tentu ingatan kita tercurah kepada bapak-bapak kita.

Maka itu ingat-ingatlah oleh kita, karena siapa lagi yang akan mengingat-ingat perbuatan kita jika bukan kita sendiri yang telah melakukannya, dan tidaklah mungkin bahwa kita tidak ingat terhadap perbuatan kita sendiri yang kita telah lakukan itu, karena sejauh-jauhnya kita menanam di tengah hutan belantara, maka tentu kita ingat terhadap apa yang telah kita tanamkan itu, walaupun itu sudah beberapa tahun lamanya, apa lagi terhadap suatu pekerjaan kita yang kita kerjakan setiap hari.

Maka itu ingat-ingatlah oleh kita supaya kita menyaksikan terhadap perbuatan kita yang telah kita lakukan dalam penyembahan kita kepada Allah, karena sungguh bahwa amal perbuatan kita yang pertama akan di tanyakan Allah kepada kita dalam urusan mengerjakan perintah-Nya itu, adalah urusan mengerjakan sholat menyembah kepada-Nya, maka seandainya kita kesalahan dalam mengerjakan sholat, sehingga kita tidak merasa berbicara apa-apa kepada Allah, dan tidak merasa menyembah apa-apa dalam mengerjakan sholat ketika kita bersujud, maka jika demikian berusahalah kita untuk menyembah Allah dengan meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada-Nya, sesudah Allah menyuruh kita supaya kita menyembah Allah yang telah menciptakan kita, dan sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita untuk menyembah-Nya.

Dan janganlah kita sholat seakan-akan kita tidak menggunakan akal, sehingga kita tidak mengetahui apa yang kita bicarakan kepada Allah, dan apa yang kita sembah ketika kita bersujud menyembah-Nya itu, dan jika demikian, maka tentu kita sholat seakan-akan kita tidak merasa berbicara apa-apa kepada Allah dan tidak merasa menyembah apa-apa ketika kita bersujud menyembah-Nya itu. Maka gunakanlah akal kita supaya kita dapat berusaha meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah, dengan mengikuti jalan pembicaraan kita yang kita bicarakan kepada Allah dalam melakukan sholat.

Adapun yang demikian itu karena Allah telah menyuruh kita, supaya kita menegakkan keadilan karena Allah, dan menjadi saksi terhadap perbuatan manusia dalam mengerjakan perintah Allah, maka saksikanlah perbuatan manusia itu oleh kita walaupun itu terhadap perbuatan kita sendiri, maka apakah yang telah kita kerjakan dari perintah-Nya itu sudah benar sebagaimana yang telah Allah tunjukkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya ? Atau tidak demikian !

Maka itu ingat-ingatlah oleh kita supaya kita menyaksikan terhadap perbuatan kita yang telah kita lakukan dalam mengerjakan sholat menyembah Allah. Adapun yang demikian itu karena Allah tidak kelihatan oleh kita sedang Allah melihat kita, maka Allah memberi petunjuk kepada kita untuk menyembah-Nya, supaya kita tidak kesalahan apabila kita hendak menyembah Allah dalam mengerjakan sholat.

Maka luruskanlah rasa hati dan ingatan kita kepada Allah yang telah menciptakan kita, apabila kita bersujud hendak menyembah Allah, dan yang demikian itu karena Allah tidak kelihatan oleh kita, maka kita harus mentaati perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya yang telah Allah tunjukan kepada kita, yaitu supaya kita menyembah Tuhan yang telah menciptakan kita, dan sungguh jika kita bersujud menyembah Allah dengan meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah yang telah menciptakan kita, maka sungguh tidak ada yang menerima penyembahan kita itu kecuali Allah yang merasa telah menciptakan kita.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada seruan Allah yang menyeru kita:” Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu.” Maka itu tidak ada yang menerima seruan-Nya kecuali kita yang merasa dirinya selaku manusia. Dan demikian pula Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Maka itu luruskanlah rasa hati dan ingatan kita kepada Allah yang telah menciptakan kita, apabila kita bersujud hendak menyembah Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui kepada siapa kita menyembah dengan meluruskan rasa hati dan ingatan kita itu.

Ingat ! Sesungguhnya orang-orang yang di sisi Allah, mereka tidak menyombongkan diri dari beribadat kepada-Nya, dan mereka tidak merasa enggan untuk mengerjakan perintah Allah dengan mengikuti petunjuk-Nya, dan mereka selalu mensucikan dirinya dari mempersekutukan Allah dengan sesuatu, dan hanya kepada Allah-lah mereka bersujud menyembah kepada-Nya.

Maka itu bersujudlah kita kepada Allah dan sembahlah Allah dengan berusaha meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah yang telah menciptakan kita, dan janganlah kita tidak mau berusaha untuk meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah ketika kita bersujud menyembah-Nya itu, karena yang demikian itu niscaya kita akan kesalahan menyembah, yaitu bukan menyembah Allah melainkan kita menyembah sesuatu yang nampak nyata dengan rasa hati dan ingatan kita tercurah kepadanya, dan jika demikian sungguh kita telah mempersekutukan Allah dengan sesuatu, atau kita telah mempersamakan Allah dengan sesuatu yang nampak nyata kelihatan oleh kita, sedang Allah Maha Ghaib tidak kelihatan oleh kita, maka itu berusahalah kita sebagaimana yang telah Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya itu, supaya kita tidak kesalahan menyembah.

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Sesungguhnya Allah telah menyuruh kita supaya kita mendirikan sholat, yaitu agar kita berdiri menghadap kepada Allah, kemudian sesudah itu rukulah kita, sujudlah kita dan sembahlah Allah yang telah menciptakan kita, dan yang demikian itu sebagai peragaan untuk gerak-gerik kita dalam melakukan sholat, maka itu perhatikanlah oleh kita supaya kita ingat terhadap apa yang telah Allah tunjukan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya itu.

Dan apabila kita hendak melakukan sholat, maka bersucilah kita terlebih dahulu, sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya:

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai pada siku (tanganmu), dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai pada kedua mata kakimu, dan jika kamu junub (atau berhadas besar), maka bersucilah kamu (atau mandilah), dan jika kamu dalam keadaan sakit atau kamu dalam perjalanan atau kamu kembali dari tempat buang air atau kamu menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air (untuk bersuci), maka bertayamumlah kamu dengan debu tanah yang bersih, lalu sapulah mukamu dan tanganmu dengan debu tanah itu. Allah tidak menghendaki untuk menyulitkan kamu, akan tetapi Allah hendak membersihkan kamu (atau mensucikan kamu), dan hendak menyempurnakan ni’mat-Nya atas kamu supaya kamu bersyukur. (Qs 5 : 6)

Dan ingatlah akan ni’mat Allah atasmu dan perjanjian-Nya, yang dengannya itu Dia janjikan kepadamu, ketika kamu mengatakan : ‘ Kami dengar dan kami ta’ati “. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu). (Qs 5 : 7)

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang menegakkan (kebenaran) karena Allah serta menjadi saksi terhadap (perbuatan manusia) dengan adil. Dan janganlah kebencianmu kepada suatu kaum itu dapat membuatmu (jadi) berdosa karena tidak berlaku adil. Berlaku adillah kamu (karena) adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs 5 : 8)

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (Qs 5 : 9)

Dan orang-orang yang mengingkarinya dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. (Qs 5 : 10).

Itulah yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita bersuci dengan air yang bersih apabila kita hendak mengerjakan sholat, yaitu sebagaimana yang telah kita lakukan apabila kita hendak mengerjakan sholat, dan jika kita berhadas besar maka mandilah kita terlebih dahulu sebelum kita bersuci untuk melakukan sholat, dan jika kita dalam keadaan sakit atau kita dalam perjalanan atau kita kembali dari tempat buang air atau kita menyentuh perempuan, kemudian kita tidak memperoleh air untuk bersuci, maka bertayamumlah kita dengan debu tanah yang bersih, kemudian sapulah muka kita dan tangan kita dengan debu tanah yang bersih itu. Adapun yang demikian itu karena Allah tidak menghendaki untuk menyulitkan kita, melainkan Allah hendak membersihkan kita atau mensucikan kita, dan yang demikian itu karena Allah hendak menyempurnakan ni’mat-Nya atas kita supaya kita bersyukur kepada-Nya.

Maka itu ingatlah kita akan ni’mat Allah yang telah Allah anugrahkan kepada kita dan perjanjian-Nya, karena dengan perjanjian-Nya itu Allah janjikan kepada kita ketika kita membaca ayat-ayat-Nya atau mendengarnya, yaitu ketika kita mendengar perintah Allah sedang hati kita menyanggupi untuk mengerjakannya, dan ketika itu seakan-akan kita mengatakan kepada Allah : Kami dengar dan kami ta’ati perintah-Mu “. Maka bertakwalah kita kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati kita ketika kita menyanggupi perintah-Nya itu.

Dan jadilah kita orang-orang yang menegakkan kebenaran karena Allah serta menjadi saksi terhadap perbuatan manusia dengan adil, maka itu saksikanlah oleh kita bagaimana perbuatan manusia dalam mengerjakan perintah Allah, yaitu apakah benar yang mereka kerjakan itu sebagaimana yang telah Allah tunjukan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya ? Atau tidak demikian !”

Maka itu berlaku adilah kita kepada Allah dan tegakanlah kebenaran dalam mengerjakan perintah-Nya, supaya kita dapat mengerjakan perintah Allah dengan benar sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya.

Dan janganlah kebencian kita kepada suatu kaum itu dapat membuat kita jadi berdosa kepada Allah, yaitu karena kita benci kepada kaum itu sehingga kita mengingkari ayat-ayat Allah yang di sampaikan kaum itu, maka berlaku adilah kita kepada Allah, karena Allah bukan kaum yang kita benci kepadanya, dan janganlah kita tidak mau mengerjakan perintah Allah yang di sampaikan kaum itu kepada kita dengan ayat-ayat-Nya, karena kaum yang kita benci itu tidak ada hubungannya dengan urusan kita dalam mengerjakan perintah Allah, maka kerjakanlah apa yang telah Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya itu, walaupun yang menyampaikan ayat-ayat-Nya itu kaum yang kita benci kepadanya,

Dan patutkah kita benci kepada suatu kaum kemudian kita mengingkari ayat-ayat Allah sesudah kita beriman kepada Allah dan kepada ayat-ayat-Nya ? Tidak patut bukan ! Karena yang demikian itu kita telah menukarkan iman kita dengan kekafiran, sesudah kita beriman kepada Allah dan kepada ayat-ayat-Nya.

Dan yang demikian itu persaksikanlah oleh kita kepada kebenaran yang telah ada bersama kita, maka bagaimana apabila kita bekerja di suatu perusahaan yang ada pengurusnya untuk urusan kita dalam bekerja, kemudian pengurus kita itu menyuruh kita dengan melalui seseorang yang kita benci kepadanya, maka apakah kita akan berpaling keluar dari perusahaan itu dengan tidak mau bekerja lagi karena kita benci terhadap orang yang menyampaikan perintahnya itu ? Tidak mungkin bukan ! Karena orang yang kita benci itu tidak ada hubungannya dengan urusan kita dalam mengerjakan perintahnya sesudah kita percaya kepada pengurus perusahaan itu.

Maka berlaku adillah kita kepada Allah dalam mengerjakan perintah-Nya, karena adil itu lebih dekat kepada takwa, dan dekatnya kepada takwa itu sehingga kita bersegera mengerjakan perintah-Nya, maka bertakwalah kita kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan dari perintah-Nya itu.

Adapun yang demikian itu karena Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwasanya bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dan bagi orang-orang yang mengingkari perintah-Nya dan mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka mereka itulah yang menjadi penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya.

Maka itu terimalah apa yang telah Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya, dan kerjakanlah dengan segera, supaya kita tidak termasuk orang-orang yang mengingkari perintah Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Dan apabila kita hendak melakukan sholat, maka bersucilah kita terlebih dahulu, sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya, yaitu sebagaimana yang telah kita lakukan apabila kita hendak mengerjakan sholat.

Dan demikian pula do’a-do’a untuk setiap gerak-gerik kita dalam bersuci atau wudhu, maka Allah telah memberikannya kepada kita untuk bahan pembicaraan kita kepada Allah, dan itu untuk menuntun rasa hati dan ingatan kita, agar rasa hati dan ingatan kita lurus tercurah kepada Allah dengan mengikuti jalan pembicaraan kita yang kita ucapkan kepada Allah dalam bersuci.

Sebagai perumpamaan.” Apabila kita bersuci dan kita telah siap untuk bersuci, maka ambilah apa yang telah Allah berikan kepada kita untuk bahan pembicaraan kita yang kita akan bicarakan kepada-Nya itu, seumpamanya yang kita akan ucapkan dalam bersuci itu do’a do’a ini, maka ucapkanlah kepada Allah dengan meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada-Nya :

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Yaa Allah, sesungguhnya aku niat wudhu (bersuci) menghilangkan hadast kecil wajib karena (memenuhi perintah) Engkau yaa Allah, yaa Tuhan yang Maha Tinggi.

Kemudian sesudah itu cucilah kedua telapak tangan kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, semoga Engkau menjaga kedua tanganku dari berbuat maksiat.
Yaa Allah, sesungguhnya aku mohon keberkahan dan kekuatan berbakti kepada Engkau, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan dan kerusakan”.

Kemudian sesudah itu kita mencuci mulut atau berkumur dengan mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, semoga aku selalu ingat kepada-Mu dan selalu mensyukuri (nikmat-Mu), dan selalu bertambah baik dalam beribadat kepada-Mu. Yaa Allah, semoga aku selalu membaca kitab-Mu dan banyak mengingat Engkau, dan teguhkanlah aku dengan perkataan-Mu yang kuat untuk (peganganku) dalam kehidupan dunia dan akhirat.”

Kemudian sesudah itu kita menghirup air kedalam hidung sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, semoga Engkau menciumkan penciumanku ke sorga yang Engkau ridhoi untuk aku (memasukinya)”.

Kemudian sesudah itu keluarkanlah air itu dari hidung sambil mengucapkan do’a ini :

“Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari pada mencium neraka, karena sesungguhnya itu yang sejelek-jeleknya tempat menetap.”

Kemudian sesudah itu kita membasuh muka sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, semoga Engkau menyinari tujuanku dengan cahaya Engkau, yaitu pada hari bersinarnya semua tujuan kekasih-kekasih Engkau, dan janganlah Engkau gelapkan tujuanku, yaitu pada hari gelapnya semua tujuan musuh-musuh Engkau yang kegelapan.”

Kemudian sesudah itu basuhlah tangan kanan kita sampai pada siku tangan kanan kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, semoga Engkau memberikan kitab catatan amalku pada tangan kananku. Dan hisablah aku dengan hisaban yang mudah.

Kemudian sesudah itu basuhlah tangan kiri kita sampai pada siku tangan kiri kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari menerima kitab catatan amalku pada tangan kiriku ini atau menerimanya itu dari belakang punggungku.”

Kemudian sesudah itu kita mengusap rambut sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepadaku, dan turunkanlah keberkahan-Mu kepadaku dan naungilah aku dibawah Arsy-Mu, yaitu pada hari dimana tidak ada lagi naungan kecuali naungan Engkau, Yaa Allah, haramkanlah rambutku dan kulitku (dari tersentuh) api neraka.”

Kemudian sesudah itu basuhlah kedua telinga kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, jadikanlah aku dari pada orang yang mendengar perkataan-Mu dengan mengikuti apa yang terbaik dari pada (petunjuk-Mu). Yaa Allah semoga aku selalu mendengar suara panggilan yang memanggil aku ke sorga, yaitu beserta orang-orang yang berbakti (yang ta’at tunduk patuh kepada perintah-Mu).”

Kemudian sesudah itu basuhlah leher kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, bebaskanlah leherku dari (dari belenggu) api neraka. Dan aku berlindung kepada Engkau dari rantai yang membelenggu (leherku ini).”

Kemudian sesudah itu basuhlah kaki kanan kita sampai pada mata kaki kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, tetapkanlah pendirianku pada jalan petunjuk-(Mu) yang lurus beserta pendirian hamba-hamba-Mu yang sholeh”.

Kemudian sesudah itu basuhlah kaki kiri kita sampai pada mata kaki kita sambil mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, aku berlindung kepada Engkau dari tergelincirnya pendirianku ke dalam neraka, yaitu pada hari tergelincirnya semua pendirian orang-orang munafik dan orang-orang musyrik ke dalam api neraka.

Kemudian sesudah itu berdo’alah kita kepada Allah dengan mengucapkan do’a ini :

“ Yaa Allah, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang haq disembah) kecuali Engkau Tuhan yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Mu. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu.” Yaa Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat (kepada Engkau dengan tidak mengulangi perbuatanku yang jelek itu), dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang selalu membersihkan (diri dari mempersekutukan Engkau dengan sesuatu), dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Yaa Allah, sungguh Engkaulah Penyelamat, dan dari sisi Engkaulah datangnya keselamatan, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali dengan selamat, maka selamatkanlah kami dalam kehidupan kami ini yaa Tuhan kami, dan masukanlah kami ke tempat keselamatan Sorga Darussalam, dan berkatilah kami, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali, yaa Tuhan yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.

Itulah sebagai perumpamaan, do’a do’a yang kita ucapkan kepada Allah pada setiap gerak-gerik kita dalam bersuci atau wudhu, apabila kita hendak mengucapkannya kepada Allah. Dan yang demikian itu supaya rasa hati dan ingatan kita lurus tercurah kepada Allah dengan mengikuti jalan pembicaraan kita yang kita ucapkan kepada Allah dalam bersuci.

Maka itu luruskanlah rasa hati dan ingatan kita kepada Allah dengan mengikuti jalan pembicaraan kita yang kita ucapkan kepada Allah, dan lupakanlah segala sesuatu yang sekiranya itu membuat kita jadi termasuk orang-orang yang mempersamakan Allah dengan sesuatu, yaitu sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Katakanlah : “ Apakah pendapatmu jika azab Allah datang kepadamu atau hari kiamat datang kepadamu (dengan tiba-tiba), apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah ? jika kamu orang-orang yang benar ?.“ (Qs 6 : 40).

Bahkan (seharusnya) kepada Allah-lah kamu menyeru, lalu Dia akan menghilangkan (azab-Nya) yang kamu serukan kepada-Nya itu, jika Dia menghendaki, dan (seharusnya ketika itu) kamu lupakan apa yang kamu sekutukan (dengan-Nya). (Qs 6 : 41).

Dan Allah menyeru (kamu) ke tempat keselamatan, (yaitu ke sorga Darussalam), dan Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (untuk menempuh jalan ke sorga itu). (Qs. 10 : 25).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya, dan itu merupakan suatu jawaban dan pertanyaan kepada kita dari sisi Allah. Yaitu bagaimana pendapat kita jika azab Allah datang kepada kita atau hari kiamat datang kepada kita dengan tiba-tiba, apakah kita akan menyeru tuhan selain Allah ? Jika kita orang-orang yang merasa benar dalam seruan kita kepada-Nya itu !

Bahkan Allah menyuruh kita seharusnya kepada Allah-lah kita menyeru, kemudian Allah akan menghilangkan azab-Nya yang kita serukan kepada Allah ketika kita mohon kepada-Nya agar kita terhindar dari azab-Nya itu, jika Allah menghendaki.

Dan Allah telah mengingatkan kita, seharusnya kita ketika menyeru kepada Allah itu, kita lupakan segala sesuatu yang sekiranya itu membuat kita jadi mempersamakan Allah dengan sesuatu, dalam ingatan kita ketika kita menyeru kepada Allah dengan menyebut-nyebut Nama-Nya itu, jika kita benar-benar ingin terhindar dari azab-Nya, dan ingin masuk sorga yang kita mohon kepada Allah ketika kita bersuci atau wudhu hendak melakukan sholat.

Maka itu mari kita berusaha untuk meluruskan rasa hati dan ingatan kita kepada Allah, karena Allah telah menyeru kita ke tempat keselamatan, yaitu ke sorga Darussalam, dan yang demikian itu bahwa Allah telah memberi petunjuk kepada kita ke jalan yang lurus untuk menempuh jalan ke sorga itu. Maka itu lupakanlah segala sesuatu yang sekiranya itu membuat kita jadi termasuk orang-orang yang mempersamakan Allah dengan sesuatu, yaitu janganlah kita mengingat sesuatu selain Allah ketika kita bersuci menyeru kepada Allah dengan menyebut-nyebut Nama-Nya itu, mudah-mudahan Allah menghilangkan azab-Nya dari kita dan memasukan kita ke tempat keselamatan sorga Darussalam.

Wahai hamba-hamba Allah yang dimuliakan,

Sesungguhnya Allah telah menyuruh kita agar kita mendirikan sholat, dan Allah telah memberi petunjuk kepada kita untuk cara-cara kita menghadap kepada-Nya, yaitu apabila kita menghadap kepada Allah, maka palingkanlah muka kita ke arah Masjidil Haram, sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya yang firman-Nya :

Dan dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat, dan apa saja dari kebaikan yang kamu dahulukan untuk dirimu, niscaya kamu mendapatinya di sisi Allah, sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(Qs 2 : 110).

Dan kepunyaan Allah timur dan barat, maka dimana kamu menghadap (kepada Allah), maka disitulah wajah Allah, sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Qs 2 : 115).

Orang-orang yang bodoh diantara manusia akan berkata : “ Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang mereka telah berkiblat kepadanya ? “ Katakanlah : “ Kepunyaan Allah timur dan barat, Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.” (Qs 2 : 142).

Dan yang demikian itu Kami telah menjadikan kamu ummat dipertengahan, supaya kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia, dan supaya Rosul menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan tidaklah Kami menjadikan kiblat yang kamu menghadap kepadanya, melainkan itu supaya Kami mengetahui siapa {diantara kamu} yang mengikuti Rosul dan siapa yang berbalik kedua tumitnya (kembali kafir dengan tidak mau mengikuti Rosul). Dan sesungguhnya (perpindahan kiblat dengan mengikuti Rosul itu) sungguh berat, kecuali orang-orang yang telah diberi petunjuk Allah, dan Allah tidak berkehendak untuk mensia-siakan imanmu, sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Qs 2 : 143).

Sesungguhnya Kami (seringkali) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kamu berada maka palingkanlah mukamu kearahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang telah diberi Al Kitab sungguh mereka mengetahui, bahwa (berpaling ke Masjidil Haram itu) benar dari (perintah) Tuhan mereka, dan Allah tidaklah lengah dari apa yang mereka kerjakan. (Qs 2 : 144).

Dan sungguh jika kamu mendatangkan (pengetahuan itu) kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dengan (membawa) semua keterangan (dari ayat-ayat Kami, niscaya) mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian merekapun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sungguh jika kamu mengikuti (kiblat) dari keinginan mereka sesudah datang pengetahuan itu kepadamu, jika demikian kamu termasuk golongan orang-orang zalim. (Qs 2 : 145).

Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab, mereka mengenal (pengetahuan) itu seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya segolongan diantara mereka sungguh mereka telah menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (Qs 2 : 146).

(Ingat !) kebenaran itu dari Tuhanmu, maka sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. (Qs 2 : 147).

Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang masing-masing menghadap kepadanya, maka berlomba-lombalah kamu (dalam mengerjakan) kebaikan, (niscaya) Allah mendatangkan (balasannya) kepadamu sekalian di mana saja kamu berada, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs 2 : 148).

Dan dari mana saja kamu keluar (atau datang), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan sesungguhnya ketentuan itu benar-benar dari Tuhanmu, dan Allah tidaklah lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Qs 2 : 149).

Dan dari mana saja kamu keluar (atau berangkat) maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kamu berada maka hadapkanlah mukamu kearahnya, supaya bagi manusia tidak ada alasan (untuk membantah) kamu, kecuali orang-orang zalim diantara mereka, maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kamu kepada-Ku, supaya Aku menyempurnakan ni’mat-Ku atasmu dan supaya kamu mendapat petunjuk. (Qs 2 : 150).

(Yaitu) sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rosul kepadamu dari kalangan kamu, (supaya) dia membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan mensucikan (kesalahanmu dalam mengerjakan perintah Kami), dan (supaya) dia mengajarkan Kitab dan Hikmah kepadamu dan mengajar kamu apa yang kamu tidak mengetahui. (Qs 2 : 151).

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pengajaran dari Tuhanmu, dan penyembuh bagi penyakit dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(Qs 10 : 57).

Dan pada hari Kiamat, semua mereka akan datang menghadap kepada Allah sendiri-sendiri. (Qs. 19 : 95)

Katakanlah :” Sesungguhnya aku memberi nasehat kepadamu dengan satu perkara, (yaitu) supaya kamu menghadap kepada Allah berdua-berdua dan sendiri-sendiri, kemudian berfikirlah kamu, bahwa kawanmu tidak berpenyakit gila, melainkan dia seorang pemberi peringatan kepadamu sebelum (kamu kedatangan) azab yang keras “. (Qs. 34 : 46).

Itulah yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya, maka itu perhatikanlah oleh kita supaya kita memahaminya, yaitu bahwasanya Allah menyuruh kita, apabila kita menghadap kepada Allah maka palingkanlah muka kita ke arah Masjidil Haram, dan itu sudah merupakan suatu ketentuan dari Allah untuk peragaan kita dalam melakukan sholat, dan yang demikan itu karena Allah hendak mengetahui siapa diantara kita yang mengikuti sholat Rosul-Nya, dan siapa diantara kita yang kembali kafir dengan tidak mau mengikuti sholat Rosul-Nya.

Dan sesungguhnya perpindahan kiblat dengan mengikuti sholat Rosul-Nya itu sungguh berat, kecuali orang-orang yang telah diberi petunjuk Allah, dan yang demikan itu karena Allah tidak berkehendak untuk mensia-siakan iman kita dalam mengerjakan sholat, jika sholat kita mau mengikuti sholat Rosul-Nya. Maka janganlah kita sia-siakan iman kita dalam mengerjakan sholat, karena sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada kita.

Dan yang demikian itu sebagai peragaan untuk gerak-gerik kita dalam melakukan sholat, yaitu berdirinya, rukunya, sujudnya dan sebagainya, maka itu perhatikanlah oleh kita apa yang telah Allah terangkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya, supaya kita ingat terhadap apa yang telah Allah tunjukan kepada kita dari perintah-Nya itu, dan supaya kita ingat terhadap apa yang telah Allah nasehatkan kepada kita dengan ayat-ayat-Nya itu.

Dan demikian pula akan do’a-do’a untuk setiap gerak-gerik kita dalam melakukan sholat, karena yang demikian itu Allah telah memberikannya kepada kita untuk bahan pembicaraan kita kepada Allah, dan itu untuk menuntun rasa hati dan ingatan kita, agar rasa hati dan ingatan kita lurus tercurah kepada Allah, dengan mengikuti jalan pembicaraan kita yang kita ucapkan kepada Allah dalam melakukan sholat.

Sebagai perumpamaan.” Apabila kita melakukan sholat subuh, dan kita telah siap berdiri menghadap kepada Allah, maka ucapkanlah niat sholat dengan mengucapkan do’a ini :

(Yaa Allah), aku niat sholat subuh dua roka’at menghadap kiblat kearah masjidil haram mengikuti Rosul, wajib karena (perintah Engkau) yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Tinggi.

Kemudian sesudah itu ucapkanlah Takbiratul ihram dengan mengangkat kedua belah tangan kita setinggi telinga sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu sedakeplah kita dengan tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri, kemudian ambilah apa yang telah Allah berikan kepada kita untuk bahan pembicaraan kita yang akan kita bicarakan kepada Allah dalam melakukan sholat, seumpamanya yang akan kita ucapkan itu do’a-do’a ini, maka ucapkanlah :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung. Segala puji bagi Engkau yaa Allah dengan sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Engkau yaa Allah sepanjang masa.

(Yaa Allah, sungguh) aku menghadap kepada Engkau yang telah menciptakan langit dan bumi dengan lurus menyerahkan diri (kepada Engkau), dan aku bukan dari golangan orang-orang musyrik (yang mempersamakan Engkau dengan sesuatu).

Yaa Allah, sesungguhnya sholatku, usahaku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Engkau yaa Tuhan pemelihara semesta alam. Sungguh tidak ada sekutu bagi-Mu dan yang demikian itu Engkau perintahkan kepadaku supaya aku tidak mempersekutukan Engkau (dengan sesuatu dalam penyembahanku ini). Dan sesungguhnya aku dari golongan orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Engkau).

Yaa Allah, sesungguhnya Engkau adalah Raja (yang berkuasa di langit dan di bumi, dan) tidak ada Tuhan (yang menguasai keduanya itu) kecuali Engkau. (Yaa Allah, sungguh) Engkau adalah Tuhanku, dan aku hamba-Mu yang telah menganiaya diriku sendiri, dan aku mengakui terhadap kesalahanku (dalam mengerjakan perintah-Mu itu), maka ampunilah segala dosaku (yaa Allah). Karena sungguh tidak ada yang mengampuni segala dosaku kecuali Engkau.

(Yaa Allah), berilah aku petunjuk untuk memperbaiki akhlak (perbuatanku dalam mengerjakan perintah-Mu) karena sungguh tidak ada yang menunjukkan cara-cara untuk memperbaikinya itu kecuali Engkau. Dan palingkanlah aku dari kejelekan (perbuatanku dalam mengerjakan perintah-Mu), karena sungguh tidak ada yang memalingkan aku dari kejelekan perbuatanku itu kecuali Engkau.

(Yaa Allah), sungguh aku menghadap kepada-Mu, dan aku menghadap kepada-Mu dengan memenuhi panggilan-Mu, dan aku siap menerima segala perintah-Mu, karena segala kebaikan ada dalam perintah-Mu yang kembali kepada-Mu, dan segala kejelekan tidak kembali kepada-Mu.

(Yaa Allah), sungguh aku hamba-Mu yang telah kembali menghadap kepada-Mu, maka berkatilah aku, agar aku kembali lagi menghadap kepada-Mu dengan seiring ampunan-Mu, dan hanya kepada Engkaulah aku bertaubat.

Yaa Allah yaa Tuhanku, jauhkanlah aku dari kesalahanku (dalam mengerjakan perintah-Mu), yang jauhnya itu sebagaimana Engkau menjauhkan antara masyrik dan maghrib.

Yaa Allah yaa Tuhanku, bersihkanlah aku dari (mempersekutukan Engkau dengan sesuatu, karena yang demikian itu) amat jelek bagi diriku, maka bersihkanlah aku yang bersihnya itu sebagaimana pakaian putih yang telah pisah dari kotoran.

Yaa Allah yaa Tuhanku, bersihkanlah aku dari kekotoran diriku ini dengan air bersih, atau air salju dan air embun yang sejuk, (yaitu) dengan seiring rahmat-Mu yaa Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Kemudian sesudah itu ucapkanlah ummul do’a, yaitu surah Al Fatihah tujuh ayat yang di ulang-ulang yang telah Allah berikan kepada kita untuk bahan penbicaraan kita kepada-Nya, supaya kita mengulang-ulanginya apabila kita kembali menghadap kepada Allah dalam melakukan sholat, maka itu ucapkanlah :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (sungguh) dengan seiring Nama baik-Mu ini (kami panjatkan) puja dan puji (syukur kehadirat-Mu) yaa Allah Tuhan (pujaan ummat) semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai hari pembalasan. (Yaa Allah, sungguh) hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Maka) tunjukanlah kami ke jalan yang lurus. (Yaitu) ke jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan ke jalan orang-orang yang Engkau murkai atas mereka, dan bukan pula ke jalan orang-orang yang tersesat. (Qs 1 : 1-7)

Kemudian sesudah itu ucapkanlah surah-surah yang lainnya, atau supaya kita ingat akan permohonan kita, bahwa kita telah minta petunjuk jalan yang lurus kepada Allah, yaitu minta di tunjukan ke jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat atas mereka, maka ucapkanlah ayat-ayat-Nya ini supaya Allah menerangkannya kepada kita dengan melalui lisan kita, yang Firman-Nya :

Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah dan Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman, dan mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan mereka orang-orang yang tunduk patuh (kepada perintah Allah).(Qs 5 : 55).

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : “ Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,“ niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil diantara mereka; dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pengajaran yang telah (Kami) berikan kepada mereka, tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). ( Qs 4 : 66 ).

Dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami. ( Qs 4 : 67 ).

Dan pasti Kami beri petunjuk mereka ke jalan yang lurus. ( Qs 4 : 68 ).

Dan barang siapa yang menta’ati Allah dan Rosul-(Nya), maka mereka itulah yang bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat Allah atas mereka, yaitu para Nabi, para siddiqin, para syuhada dan orang-orang sholeh. Dan mereka itu yang sebaik-baiknya teman. ( Qs 4 : 69 )

Yang demikian itu karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang mengetahui. ( Qs 4 : 70 )

Mereka itu orang-orang yang telah Allah beri ni’mat atas mereka, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari keturunan orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Isra’il, dan dari keturunan orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan yang Kami pilih. (Dan) apabila dibacakan ayat-ayat (Tuhan) Yang Maha Pemurah atas mereka, lalu mereka menyungkur bersujud dan menangis. ( Qs 19 : 58 )

Kemudian sesudah (mereka) itu datanglah penggantinya yang menyia-nyiakan sholat, dan (sholat mereka itu) mengikuti hawa nafsunya, (bukan mengikuti petunjuk Allah), maka mereka bakal menemui kesesatan mereka dalam (melakukan shalat). ( Qs 19 : 59 )

Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itulah yang masuk sorga, dan sedikitpun mereka tidak dianiaya. ( Qs 19 : 60 )

(Yaitu) sorga ‘Adn yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, (sekalipun sorga itu) tidak ditampakan. Sesungguhnya janji-Nya itu pasti terjadi. ( Qs 19 : 61 )

Didalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia kecuali (ucapan) selamat. Dan didalamnya mereka (mendapat) rizki pagi dan petang. ( Qs 19 : 62 )

Itulah sorga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang bertakwa. ( Qs 19 : 63 )

Itulah petunjuk Allah yang telah Allah tunjukan kepada kita dengan melalui lisan kita yang kita ucapkan itu, maka itu perhatikanlah oleh kita supaya kita memahaminya, yaitu bahwa Allah telah memberi petunjuk kepada kita sebagaimana yang kita mohon kepada Allah ketika kita mengucapkan : Tunjukanlah kami kejalan yang lurus, yaitu ke jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan ke jalan orang-orang yang Engkau murkai atas mereka, dan bukan pula ke jalan orang-orang yang tersesat. Maka itu perhatikanlah oleh kita supaya kita ingat akan permohonan kita kepada Allah.

Kemudian sesudah itu rukulah kita sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita ruku sambil mengucapkan tasbih dan do’a kepada-Nya dengan mengucapkan :

Maha Suci Engkau Yaa Tuhan Yang Maha Agung, segala puji bagi Engkau yaa Tuhanku.

Maha Suci Engkau yaa Allah, dengan seiring puja dan puji yang aku panjatkan kepada-Mu ini, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yaa Allah.

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikan aku orang yang senantiasa ruku, sujud dan beribadat dengan penuh ketaatan kepada perintah-Mu.

Yaa Allah yaa Tuhanku, semoga Engkau memuliakan aku dengan menetapkan ketaatanku kepada perintah-Mu, dan janganlah Engkau hinakan aku karena aku telah berbuat maksiat (dengan melakukan yang telah) Engkau (haramkan). Yaa Allah yaa Tuhanku, semoga Engkau menambah kekhusyuanku (dalam mengerjakan perintah-Mu).

Kemudian sesudah itu berdirilah kita dengan mengangkat kedua tangan kita setinggi telinga, sambil mengucapkan :

Yaa Allah, sesungguhnya Engkau mendengar pujianku yang memuji-muji Engkau.

Kemudian sesudah itu ucapkanlah tasbih dan do’a kepada Allah dengan mengucapkan :

(Yaa Allah) yaa Tuhan kami, sungguh kami panjatkan segala puji kepada Engkau dengan pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesudah itu.

Segala puji bagi Engkau yaa Allah, Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menjadikan gelap dan terang. Kemudian orang-orang kafir (tetap saja) mempersamakan Tuhan mereka dengan (sesuatu). ( Qs. 6 : 1)

Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 2 : 32)

Segala puji bagi Engkau yaa Allah, (sungguh Engkaulah) yang menunjukan kami kepada petunjuk-Mu, dan tidaklah mungkin bagi kami akan mendapat petunjuk-Mu, jika Engkau tidak memberi petunjuk kepada kami. Yaa Allah sesungguhnya telah datang kepada kami Rosul Engkau dengan membawa kebenaran. Dan dia menyeru kepada kami, bahwa sesungguhnya sorga itu akan di wariskan kepada kami dengan apa yang telah kami kerjakan dari perintah-Mu. (Qs. 7 : 43)

(Yaa Allah) yaa Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang menyerahkan diri kepada Engkau (dengan tunduk patuh kepada perintah-Mu), dan (jadikanlah) dari keturunan kami ummat yang menyerahkan diri kepada Engkau (dengan tunduk patuh kepada perintah-Mu), dan tunjukanlah kepada kami cara-cara untuk ibadat kami (dalam mengerjakan perintah Engkau), dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Qs. 2 : 128)

Yaa Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rosul dari kalangan mereka sendiri, (supaya) dia membacakan ayat-ayat Engkau kepada mereka dan mengajarkan Al Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan (supaya) dia mensucikan (kesalahan) mereka (dalam mengerjakan perintah Engkau), sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Qs. 2 : 129)

Yaa Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari (tersentuh) siksa neraka .” ( Qs. 2 : 201).

Yaa Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami dari (kekejaman) orang-orang kafir. ” (Qs. 2 : 250).

Yaa Tuhan kami, sesungguhnya kami akan kembali kepada Engkau.” (Qs. 2 : 285).

Yaa Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami karena kami lupa atau bersalah. “ Yaa Tuhan kami janganlah Engkau bebankan kepada kami dengan beban yang berat, sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Yaa Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang sekiranya kami tidak sanggup memikulnya, dan ma’afkanlah (kesalahan) kami dan ampunilah (dosa-dosa) kami dan rahmatilah kami, (dan sesungguhnya) Engkau penolong kami, maka tolonglah kami atas (kekejaman) kaum yang kafir. ” (Qs. 2 : 286)

Yaa Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (rahmat). (Qs 3 : 8)

Yaa Tuhan kami, sesungguhnya Engkau akan mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya”. Yaa Allah, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji. (Qs. 3 : 9)

Yaa Tuhan kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan jauhkanlah kami dari siksaan api neraka. ( Qs. 3 : 16)

Yaa Tuhan kami, sungguh siapa yang Engkau masukan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau hinakan dia, dan bagi orang-orang zalim tidak ada penolongnya. (Qs. 3 : 192)

Yaa Tuhan kami, sungguh kami mengakui terhadap kesalahan kami (dalam mengerjakan perintah-Mu), maka ampunilah dosa-dosa kami dan (kesalahan) kami yang berlebih-lebihan dalam urusan (mengerjakan perintah-Mu), dan teguhkanlah pendirian kami dengan (petunjuk-Mu), dan tolonglah kami dari (kekejaman) orang-orang kafir. (Qs. 3 : 147)

Yaa Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan sungguh jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak (pula) memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi. (Qs. 7 : 23).

Yaa Tuhan kami, sungguh kami telah mendengar seruan orang-orang yang menyeru kami agar kami beriman, bahwa berimanlah kamu kepada Tuhanmu.” Maka kami beriman kepada (Engkau). Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuslah segala kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang yang mengerjakan kebaikan. (Qs. 3 : 193)

Yaa Tuhan kami, sungguh kami beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan, dan kami akan mengikuti Rasul, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (terhadap perbuatan manusia).” (Qs. 3 : 53)

Yaa Tuhan kami, berilah kami apa yang Engkau janjikan kepada kami (dengan janji yang telah Engkau berikan) kepada Rosul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat, sesungguhnya Engkau tidak akan menyalahi janji. (Qs. 3 : 194)

Yaa Tuhan kami limpahkanlah kesabaran atas kami dan wafatkanlah kami (sebagai) orang-orang yang telah menyerahkan diri (kepada Engkau).“ (Qs. 7 : 126)

(Yaa Allah) yaa Tuhan kami, terimalah (do’a-do’a) kami ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs. 2 : 127)

Kemudian sesudah itu, bersujudlah kita menyungkur ke bumi dengan meletakan tujuh anggauta badan kita sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu, sembahlah Allah sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita bersujud menyembah Allah dengan mengucapkan tasbih dan do’a kepada-Nya, maka ucapkanlah :

Maha Suci Engkau yaa Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagi Engkau yaa Tuhanku.” ( 3 X )

Maha Suci Engkau yaa Allah, dengan seiring puja dan puji yang aku panjatkan kepada-Mu ini, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yaa Allah.

Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 2 : 32)

Maha Suci Engkau yaa Allah, sungguh sebenarnya apa yang ada di langit dan di bumi ini semuanya kepunyaan Engkau, yang masing-masing tunduk patuh kepada (perintah)-Mu.” (Q.S. 2 : 116)

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau, (dan jadikanlah aku orang yang senantiasa) mendirikan (sholat) dengan (mengerjakan segala) perintah-Mu, sesungguhnya aku takut akan (tertimpa) azab-Mu.

Yaa Allah yaa Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku orang yang menyombongkan diri (kepada-Mu dengan tidak mau menyembah Engkau), dan jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau, dan kepada Engkaulah aku beriman, dan kepada Engkaulah aku bertawakal dengan mengharap ampunan Engkau, maka ampunilah segala dosaku yaa Tuhanku. Sesungguhnya ampunan Engkau amatlah luas.” (Qs 60 : 4)

(Yaa Allah yaa Tuhanku), sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau yang telah menciptakan aku dengan membentuk rupa tubuhku. Dan aku tidaklah ragu terhadap apa yang aku dengar dan apa yang aku lihat dari penyampaian petunjuk-Mu itu, dan sungguh hanya perkataan Engkau-lah yang kuat untuk peganganku dalam mengerjakan perintah-Mu.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, terimalah (sembah sujudku ini) sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (kepada siapa aku menyembah.” Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh hanya kepada Engkaulah aku menyembah).”

Kemudian sesudah itu bangkitlah kita duduk diantara dua sujud sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu berdo’alah kita kepada Allah dengan mengucapkan :

(Yaa Allah) yaa Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rizki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan dan ma’afkanlah segala kesalahanku.

Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Mulia, (dan) sesungguhnya Engkau menyukai orang-orang yang meminta ma’af, maka ma’afkanlah segala kesalahanku, dan segala kesalahan kedua orang tuaku, dan segala kesalahan semua kaum muslimin dan muslimat, (yaitu) dengan seiring rahmat-Mu yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Yaa Tuhanku, kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana (kasih sayangnya kepadaku ketika keduanya) memelihara aku di waktu kecil. (Qs. 17 : 24)

Yaa Tuhanku, perkenankanlah aku untuk mensyukuri ni’mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan atasku dan atas kedua orang tuaku, dan bahwasanya aku hendak beramal shaleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam (golongan) hamba-hamba-Mu yang shaleh “. (Qs. 27 : 19)

Yaa Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan dari apa yang Engkau turunkan kepadaku. (Qs. 28 : 24)

Yaa Tuhanku, bangunlah sebuah rumah untukku dalam surga yang ada di sisi-Mu, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan dari perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari (kekejaman) kaum yang zalim “. (Qs. 66 : 11)

Yaa Tuhanku, masukkanlah aku ketempat masuk yang benar, dan keluarkanlah aku (dari) tempat keluar yang benar, dan jadikanlah kekuasaan untuk penolongku yang dari sisi Engkau.” (Qs. 17 : 80)

Yaa Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku (berada) di antara orang-orang yang zalim, (dan jauhkanlah aku dari padanya).” (Qs. 23 : 94)

Yaa Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan syaitan,” (Qs. 23 : 97)

Dan yaa Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari kehadirannya.” (Qs. 23 : 98)

Yaa Tuhanku, ampunilah aku dan rahmatilah aku dan Engkau yang sebaik-baiknya pemberi rahmat.“ (Qs. 23 : 118)

Yaa Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang yang tetap mendirikan sholat. Yaa Tuhan kami perkenankanlah do’a ku ini.“ (Qs. 14 : 40)

Kemudian sesudah itu, bersujudlah kita untuk sujud kedua kali menyungkur ke bumi dengan meletakan tujuh anggauta badan kita sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu, sembahlah Allah sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita bersujud menyembah Allah dengan mengucapkan tasbih dan do’a kepada-Nya, maka ucapkanlah :

Maha Suci Engkau yaa Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagi Engkau yaa Tuhanku.” ( 3 X )

Maha Suci Engkau yaa Allah, dengan seiring puja dan puji yang aku panjatkan kepada-Mu ini, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yaa Allah.

Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 2 : 32)

Maha Suci Engkau yaa Allah, sungguh sebenarnya apa yang ada di langit dan di bumi ini semuanya kepunyaan Engkau, yang masing-masing tunduk patuh kepada (perintah)-Mu.” (Q.S. 2 : 116)

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau, (dan jadikanlah aku) orang yang tetap khusyu dalam mengerjakan perintah-Mu.

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau, (dan jadikanlah aku orang yang senantiasa) bertasbih dengan memuji Engkau, dan aku berlindung kepada Engkau dari pada aku menjadi orang yang menyombongkan diri (kepada-Mu dengan tidak mau menyembah Engkau).

Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau, dan kepada Engkaulah aku beriman, dan kepada Engkaulah aku bertawakal dengan mengharap ampunan Engkau, maka ampunilah segala dosaku yaa Tuhanku. Sesungguhnya ampunan Engkau amatlah luas.” (Qs 60 : 4)

(Yaa Allah yaa Tuhanku), sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau yang telah menciptakan aku dengan membentuk rupa tubuhku. Dan aku tidaklah ragu terhadap apa yang aku dengar dan apa yang aku lihat dari penyampaian petunjuk-Mu itu, dan sungguh hanya perkataan Engkau-lah yang kuat untuk peganganku dalam mengerjakan perintah-Mu.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, terimalah (sembah sujudku ini) sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (kepada siapa aku menyembah.” Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh hanya kepada Engkaulah aku menyembah).”

Kemudian sesudah itu berdirilah kita untuk berdiri dalam roka”at kedua dengan mengangkat kedua tangan kita setinggi telinga sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu sedekaplah kita dengan tangan kanan memegang pergelangan tangan kiri. Kemudian ucapkanlah Ummul Do’a :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (sungguh) dengan seiring Nama baik-Mu ini (kami panjatkan) puja dan puji (syukur kepada Engkau) yaa Allah Tuhan (pujaan ummat) semesta alam. (Yaa Allah sungguh Engkaulah) Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai hari pembalasan. (Yaa Allah yaa Tuhan kami, sungguh) hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (Maka) tunjukanlah kami ke jalan yang lurus. Yaitu ke jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan ke jalan orang-orang yang Engkau murkai atas mereka, dan bukan pula ke jalan orang-orang yang tersesat.

Kemudian sesudah itu ucapkanlah surah-surah yang lainnya, atau supaya kita ingat akan permohonan kita kepada Allah, bahwa kita telah minta petunjuk jalan yang lurus kepada Allah, yaitu minta di tunjukan ke jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat atas mereka, maka ucapkanlah ayat-ayat-Nya ini supaya Allah menerangkannya kepada kita dengan melalui lisan kita, yang Firman-Nya :

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar :” Apakah kamu menjadikan berhala-berhala itu (sebagai) Tuhan ? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (Qs 6 : 74).

Dan yang demikian itu karena Kami telah memperlihatkan kerajaan langit dan bumi kepada Ibrahim, dan agar dia menjadi dari (golongan) orang-orang yang yakin. (Qs 6 : 75).

Maka ketika malam telah gelap atasnya, dia melihat bintang, berkatalah dia :” Inilah Tuhanku,” maka ketika (bintang) terbenam dia berkata:” Aku tidak menyukai (Tuhan) yang terbenam.” (Qs 6 : 76).

Maka ketika dia melihat bulan terbit, berkatalah dia : “ Inilah Tuhanku,“ maka ketika (bulan) terbenam, dia berkata :” Sungguh jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, tentulah aku termasuk dari golongan orang-orang yang tersesat.” (Qs 6 : 77).

Maka ketika dia melihat matahari terbit, berkatalah dia :” Inilah Tuhanku, ini lebih besar”, maka ketika (matahari) terbenam, dia berkata :” Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (kepada Allah).“ (Qs 6 : 78).

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung (kepada-Nya), dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (Qs 6 : 79).

Dan membantahlah kaumnya kepada (Ibrahim), berkatalah dia :” Apakah kamu hendak membantah aku tentang (penyembahanku) kepada Allah ?, padahal sungguh Dia telah memberi petunjuk kepadaku, dan aku tidak takut terhadap apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu (malapetaka), dan ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu, maka apakah kamu tidak ingat (ketika kamu mempersamakan Allah dengan sesuatu dalam penyembahanmu itu)?.” (Qs 6 : 80).

Dan bagaimana aku takut terhadap apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), sedang kamupun tidaklah takut (kepada Allah) bahwa kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu atasmu, Maka (golongan) yang manakah (diantara) dua golongan yang lebih berhak mendapat keamanan (dari azab Allah) jika kamu mengetahui?. (Qs 6 : 81).

Orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mereka tidak mencampur-adukan iman mereka dengan kezaliman (atau mereka tidak mempersamakan Allah dengan sesuatu, maka) bagi mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs 6 : 82).

Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk (menghadapi) kaumnya. Kami tinggikan bebarapa derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qs 6 : 83).

Dan Kami berikan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya’kub, yang masing-masing Kami beri petunjuk, dan sebelumnya Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan (demikian pula) kepada keturunannya, yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Dan yang demikian itu Kami telah membalasnya sebagai ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik. (Qs 6 : 84).

Dan (demikian pula) kepada Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas, yang semuanya itu termasuk orang-orang sholeh. (Qs 6 : 85).

Dan (demikian pula) kepada Ismail, Alyasa, Yunus dan Luth, yang masing-masing Kami lebihkan atas ummat semesta alam. (Qs 6 : 86).

Dan (demikian pula) diantara bapak-bapak mereka, keturunan-keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk di jadikan Nabi dan Rosul), dan Kami telah memberi petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus. (Qs 6 : 87).

Itulah petunjuk Allah yang dengannya itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya. Dan kalau mereka mempersekutukan (Allah dengan sesuatu dalam penyembahannya), niscaya hilanglah amal mereka apa yang telah mereka kerjakan. (Qs 6 : 88).

Mereka itulah yang telah Kami berikan kepada mereka Kitab, hikmat dan kenabian. Maka jika mereka mengingkarinya, maka sungguh Kami akan menyerahkan urusan itu kepada kaum yang tidak mengingkarinya. (Qs 6 : 89).

Mereka itulah yang telah diberi petunjuk Allah, maka ikutilah petunjuk itu bersama mereka. Katakanlah : “ Aku tidak meminta upah kepadamu atas (penyampaianku ini, dan) tidaklah lain (Al Qur’an) ini kecuali peringatan untuk ummat semesta alam.“(Qs 6 : 90).

Itulah orang-orang yang telah Allah beri nikmat atas mereka, yang telah Allah terangkan kepada kita dengan melalui lisan kita, maka ikutilah petunjuk Allah bersama mereka yang telah mengikutinya. Dan janganlah kita membantah penyembahan mereka kepada Allah dengan tidak mau menyembah Allah, yaitu sebagaimana Bapaknya Nabi Ibrahim As, dan kaunnya yang telah membantah penyembahan Nabi Ibrahim kepada Allah dengan tidak mau menyembah Allah. Maka itu sembahlah Allah yang telah menciptakan kita, mudah-mudahan Allah memasukan kita ke perkumpulan orang-orang yang telah Allah beri nikmat atas mereka.

Kemudian sesudah itu, rukulah kita sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita ruku sambil mengucapkan tasbih dan do’a kepada-Nya dengan mengucapkan :

Maha Suci Engkau Yaa Tuhan Yang Maha Agung, segala puji bagi Engkau yaa Tuhanku.

Maha Suci Engkau yaa Allah, dan dengan seiring puja dan puji yang aku panjatkan kepada-Mu ini, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yaa Allah.

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikan aku orang yang senantiasa ruku, sujud dan beribadat dengan penuh ketaatan kepada perintah-Mu.

Yaa Allah yaa Tuhanku, semoga Engkau memuliakan aku dengan menetapkan ketaatanku kepada perintah-Mu, dan janganlah Engkau hinakan aku karena aku telah berbuat maksiat (dengan melakukan apa yang telah) Engkau (haramkan). Yaa Allah yaa Tuhanku, semoga Engkau menambah kekhusyuanku (dalam mengerjakan perintah-Mu).

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikanlah aku dari orang yang senantiasa mengingat Engkau dan menambah khusyu dalam mengerjakan perintah-Mu.”

Kemudian sesudah itu berdirilah kita dengan mengangkat kedua tangan kita setinggi telinga, sambil mengucapkan :

Yaa Allah, sesungguhnya Engkau mendengar pujianku yang memuji-muji Engkau.

Kemudian sesudah itu ucapkanlah tasbih dan do’a kepada Allah dengan mengucapkan :

(Yaa Allah) yaa Tuhan kami, sungguh kami panjatkan segala puji kepada Engkau dengan pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesudah itu.

Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 2 : 32)
Yaa Allah yaa Tuhanku, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, dan berilah aku kesehatan sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan, dan pimpinlah aku sebagaimana Engkau memimpin (orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk ke jalan yang lurus), dan berkatilah aku sebagaimana Engkau memberkati orang yang menta’ati (perintah-Mu), dan peliharalah aku dengan rahmat-Mu dari kejahatan (syaitan) yang telah Engkau tentukan, karena sesungguhnya itu Engkaulah yang menentukannya, dan tidak ada yang menentukannya itu kecuali Engkau sendiri, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau beri kekuasaan, dan tidak akan mulia orang yang telah Engkau musuhi. Maha berkah Engkau yaa Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau (yaa Allah). Segala puji bagi Engkau (yaa Allah) atas apa yang telah Engkau tentukan. (Yaa Allah yaa Tuhanku, sesungguhnya aku mengharap) ampunan Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Yaa Allah yaa Tuhanku sampaikanlah aku (keperkumpulan) Nabi yang Umi, (yaitu) Nabi Muhammad SAW dan keluarganya beserta sahabatnya, dan (mereka itu orang-orang yang telah Engkau) selamatkan (dari kejahan syaitan).

Yaa Tuhan kami, sungguh kami beriman (kepada apa yang Engkau turunkan), maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (terhadap perbuatan manusia) .“ (Qs. 5 : 83)

Yaa Tuhan kami, turunkanlah atas kami makanan dari langit, yang (turunnya itu) menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang pertama dan yang datang kemudian dari sesudah kami, dan jadikanlah itu sebagai tanda-tanda dari kekuasaan Engkau, dan berilah kami rizki, dan Engkau yang sebaik-baiknya pemberi rizki .“ (Qs. 5 : 114)

Yaa Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman, (yaitu) di sisi rumah-Mu yang dihormati. Supaya mereka mendirikan sholat yaa Tuhan kami, maka jadikanlah hati manusia agar cenderung kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buahan agar mereka bersyukur (kepada Engkau).“ (Qs. 14 : 37)

Yaa Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan. Dan bagi (Engkau) yaa Allah, tidak ada yang tersembunyi di langit dan di bumi.” (Qs. 14 : 38)

Yaa Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan orang-orang mu’min pada hari berdirinya perhitungan (amal).” (Qs. 14 : 41)

Yaa Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami beriman kepada Engkau, dan janganlah Engkau jadikan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Yaa Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (Qs. 59 : 10)

Yaa Tuhan kami jauhkanlah kami dari azab neraka jahanam, (karena) sesungguhnya itu azab kebinasaan yang kekal. (Dan) sesungguhnya itu sejelek-jeleknya tempat menetap dan tempat kediaman. (Qs. 25 : 65 – 66)

Yaa Tuhan kami, berilah kami rahmat dari sisi-Mu, dan sediakanlah petunjuk jalan yang lurus untuk urusan kami (dalam mengerjakan perintah Engkau).“ (Qs. 18 : 10)

Yaa Tuhan kami, anugerahkanlah (nikmat -Mu) kepada kami dan kepada isteri-isteri kami, dan kepada keturunan kami yang menjadi penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.“ (Qs. 25 : 74)

Yaa Tuhan kami, sungguh rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka ampunilah orang-orang yang bertaubat kepada Engkau dengan mengikuti jalan petunjuk-Mu, dan peliharalah mereka dari (tersentuh) azab neraka yang menyala-nyala. (Qs. 40 : 7)

Yaa Tuhan kami, masukkanlah mereka ke sorga ‘Adn yang Engkau janjikan kepada mereka, dan kepada orang-orang yang beramal sholeh di antara bapak-bapak mereka dan istri-istri mereka dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. 40 : 8)

Dan peliharalah mereka dari kejahatan-kejahatan, dan orang yang Engkau pelihara dari kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya Engkau telah merahmatinya dan yang demikian itu keuntungan yang besar (baginya). (Qs. 40 : 9)

Yaa Tuhan kami, kepada Engkaulah kami bertawakal dan kepada Engkau kami bertaubat dan kepada Engkaulah kami kembali “. (Qs. 60 : 4)

Yaa Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya-Mu bagi kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu “. (Qs. 66 : 8)

(Yaa Allah) yaa Tuhan kami, terimalah (do’a-do’a) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs. 2 : 127)

Kemudian sesudah itu, bersujudlah kita menyungkur ke bumi dengan meletakan tujuh anggauta badan kita sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu, sembahlah Allah sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita bersujud menyembah Allah dengan mengucapkan tasbih dan do’a kepada-Nya, maka ucapkanlah :

Maha Suci Engkau yaa Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagi Engkau yaa Tuhanku.” ( 3 X )

Maha Suci Engkau yaa Allah, dengan seiring puja dan puji yang aku panjatkan kepada-Mu ini, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yaa Allah.

Maha Suci Engkau yaa Allah, yang telah meurunkan Al Furqan atas hamba-Nya, (yaitu sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil), agar dia menjadi pemberi peringatan bagi (manusia) di semesta alam. (Qs. 25 : 1)

Maha Suci Engkau (yaa Tuhanku ), tidaklah patut bagiku bahwa aku mengatakan apa yang bukan hak aku untuk (mengatakannya), dan jika pernah aku mengatakannya, maka sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu, dan sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara gaib.” (Qs. 5 : 116)

Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 2 : 32)

Maha Suci Engkau yaa Allah, sungguh sebenarnya apa yang ada di langit dan di bumi ini semuanya kepunyaan Engkau, yang masing-masing tunduk patuh kepada (perintah)-Mu.” (Q.S. 2 : 116)

Yaa Allah yaa Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku orang yang menyombongkan diri (kepada-Mu dengan tidak mau menyembah Engkau), dan jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau, dan kepada Engkaulah aku beriman, dan kepada Engkaulah aku bertawakal dengan mengharap ampunan Engkau, maka ampunilah segala dosaku yaa Tuhanku. Sesungguhnya ampunan Engkau amatlah luas.” (Qs 60 : 4)

(Yaa Allah yaa Tuhanku), sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau yang telah menciptakan aku dengan membentuk rupa tubuhku. Dan aku tidaklah ragu terhadap apa yang aku dengar dan apa yang aku lihat dari penyampaian petunjuk-Mu itu, dan sungguh hanya perkataan Engkau-lah yang kuat untuk peganganku dalam mengerjakan perintah-Mu.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, terimalah (sembah sujudku ini) sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “(kepada siapa aku menyembah.” Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh hanya kepada Engkaulah aku menyembah).”

Kemudian sesudah itu bangkitlah kita duduk diantara dua sujud sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu berdo’alah kita kepada Allah dengan mengucapkan :

(Yaa Allah) yaa Tuhanku, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rizki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan dan ma’afkanlah segala kesalahanku.

Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Mulia, (dan) sesungguhnya Engkau menyukai orang-orang yang meminta ma’af, maka ma’afkanlah segala kesalahanku, dan segala kesalahan kedua orang tuaku, dan segala kesalahan semua kaum muslimin dan muslimat, (yaitu) dengan seiring rahmat-Mu yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Yaa Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya, (yaitu) kepada siapa diantara mereka yang beriman kepada Engkau yaa Allah dan kepada hari akhirat. (Qs. 2 : 126)

Yaa Tuhanku, sesungguhnya kaumku mengambil Al Qur’an ini sesuatu yang tidak diperdulikan.” (Qs. 25 : 30)

Yaa Tuhanku, sungguh mereka kaum yang tidak beriman (kepada Al Qur’An).”(Qs. 43 : 88)

Yaa Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman (sentausa), dan jauhkanlah aku dan anak-anakku (dari) penyembah berhala.” (Qs. 14 : 35)

Yaa Tuhanku, sesungguhnya kebanyakan mereka telah menyesatkan manusia, maka barang siapa yang mengikuti aku, maka sesungguhnya dia dari (golongan)ku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. 14 : 36)

Yaa Tuhanku, berilah aku hikmah (ilmu pengetahuan), dan masukkanlah aku (ke dalam golongan) orang-orang yang shaleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang (datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi sorga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku, sesungghnya dia termasuk orang-orang yang tersesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (Yaitu) pada hari harta dan anak anak lelaki tidak berguna, Kecuali orang yang menghadap kepada Engkau dengan hati yang bersih (dari mempersekutukan Engkau) yaa Allah. (Qs. 26 : 83-89)

Yaa Tuhanku, perkenankanlah aku untuk mensyukuri ni’mat-Mu yang Engkau anugerahkan atasku dan atas kedua orang tuaku, dan bahwasanya aku hendak beramal shaleh yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan dan keturunanku, sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang telah menyerahkan diri (kepada Engkau). (Qs. 46 : 15)

Yaa Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang yang tetap mendirikan sholat. Yaa Tuhan kami perkenankanlah do’a-do’aku ini.“ (Qs. 14 : 40)

Kemudian, sesudah itu bersujudlah kita untuk sujud kedua kalinya menyungkur ke bumi dengan meletakan tujuh anggauta badan kita sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu, sembahlah Allah sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kita, supaya kita bersujud menyembah Allah dengan mengucapkan tasbih dan do’a kepada-Nya, maka ucapkanlah :

Maha Suci Engkau yaa Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan segala puji bagi Engkau yaa Tuhanku.” ( 3 X )

Maha Suci Engkau yaa Allah, dengan seiring puja dan puji yang aku panjatkan kepada-Mu ini, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yaa Allah.

Maha Suci Engkau yaa Tuhan kami, sungguh tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami (dengan Al Qur’an), sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 2 : 32)

Maha Suci Engkau yaa Allah, sungguh sebenarnya apa yang ada di langit dan di bumi ini semuanya kepunyaan Engkau, yang masing-masing tunduk patuh kepada (perintah)-Mu.” (Q.S. 2 : 116)

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau, (dan jadikanlah aku) orang yang tetap beribadat dengan penuh keta’atan kepada perintah-Mu, dan jauhkanlah aku dari berbuat maksiat yang Engkau haramkan.

Yaa Allah yaa Tuhanku, jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau dengan menta’ati perintah-Mu, (dan jadikanlah aku orang yang senantiasa) beramal shaleh untuk akhir tujuanku dari buah tutur nasehat-Mu.

Yaa Allah yaa Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku orang yang menyombongkan diri (kepada-Mu dengan tidak mau menyembah Engkau), dan jadikanlah aku orang yang senantiasa menghadap kepada-Mu bersujud (menyembah) Engkau.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau, dan kepada Engkaulah aku beriman, dan kepada Engkaulah aku bertawakal dengan mengharap ampunan Engkau, maka ampunilah segala dosaku yaa Tuhanku. Sesungguhnya ampunan Engkau amatlah luas.” (Qs 60 : 4)

(Yaa Allah yaa Tuhanku), sungguh aku bersujud (menyembah) Engkau yang telah menciptakan aku dengan membentuk rupa tubuhku. Dan aku tidaklah ragu terhadap apa yang aku dengar dan apa yang aku lihat dari penyampaian petunjuk-Mu itu, dan sungguh hanya perkataan Engkau-lah yang kuat untuk peganganku dalam mengerjakan perintah-Mu.”

Yaa Allah yaa Tuhanku, terimalah (sembah sujudku ini) sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (kepada siapa aku menyembah.” Yaa Allah yaa Tuhanku, sungguh hanya kepada Engkaulah aku menyembah).”

Kemudian, sesudah itu duduklah kita sebagai duduk Tahyat Akhir, sambil mengucapkan :

Yaa Allah yaa Tuhan yang Maha Agung.”

Kemudian sesudah itu, ucapkanlah do’a-do’a ini :

Yaa Allah, (sesungguhnya) segala kehormatan, keberkatan, kebahagiaan dan kebaikan hanyalah untuk Engkau. Yaa Allah, (sesungguhnya) keselamatan yang Engkau limpahkan atas Nabi Engkau tetapkan dengan seiring rahmat-Mu dan keberkatan. (Dan) keselamatan atas kami Engkau tetapkan beserta hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

Yaa Allah, sungguh aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang hak di sembah) kecuali Engkau. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Engkau.”

Yaa Allah, (sesungguhnya) sholatku ini (mengikuti sholat) Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. (Yaitu) sebagaimana sholat Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Dan (berilah aku keberkatan sebagaimana) Engkau memberi keberkatan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Dan sebagaimana Engkau memberi keberkatan kepada Nabi Ibrahim dan kepada keluarga Nabi Ibrahim. Dan di semesta alam sesungguhnya Engkau Maha Mulia lagi Maha Terpuji.

Yaa Allah, sungguh terpuji Engkau, bahwa Engkau telah mendirikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dan sungguh terpuji Engkau, bahwa Engkau kuasa (mendirikan) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dan sungguh terpuji Engkau, bahwa Engkau telah menyinari langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.

Dan benar-benar terpuji Engkau bahwa (apa) yang telah Engkau ( kerjakan) itu adalah benar, dan janji Engkau adalah benar, dan pertemuan dengan Engkau adalah benar, dan perkataan Engkau adalah benar.

Dan sorga (yang Engkau janjikan) adalah benar, dan neraka yang Engkau (janjikan) adalah benar, dan para nabi adalah benar, dan Nabi Muhammad SAW. Adalah benar, dan hari kiamat adalah benar.

Yaa Allah, sungguh kepada Engkau-lah aku menyerahkan diri, dan kepada Engkau-lah aku beriman, dan kepada Engkau-lah aku bertawakal, dan kepada Engkaulah aku bertaubat, dan kepada Engkau-lah aku mohon ampunan dari pada kesalahanku itu, dan kepada Engkau-lah aku minta keputusan.

Yaa Allah, semoga Engkau mengampuni segala dosaku yang telah lalu dan yang kemudian dan segala dosaku yang tersebunyi dan yang nampak, dan segala kesalahanku yang berlebih-lebihan (dalam urusan mengerjakan perintah Engkau, dan) Engkau lebih mengetahui dari pada aku. Engkau-lah Yang terdahulu dan Yang terkemudian Yang tidak ada Tuhan kecuali Engkau.

(Yaa Allah, yaa Tuhan) yang membolak-balikan hati, balikanlah hatiku agar aku tetap teguh terhadap agama-Mu dan agar aku menta’ati segala (perintah)-Mu.

Maha Suci Engkau (yaa Allah), sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang zalim (karena aku telah menipu diriku sendiri dalam kesanggupanku terhadap perintah-Mu).

Yaa Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhanku, (sungguh) tidak ada Tuhan bagiku kecuali Engkau yang telah menciptakan aku. Dan aku hamba-Mu yang telah berjanji kepada-Mu (dengan janji yang telah Engkau berikan kepada Rosul Engkau, dan dengan itu) aku berjanji kepada-Mu (bahwa aku akan menta’ati perintah-Mu) apa yang telah aku sanggupi (dari perjanjian-Mu itu).

(Yaa Allah), aku berlindung kepada Engkau dari kejahatanku terhadap apa yang telah aku sanggupi itu, karena sungguh bahwa aku akan kembali kepada-Mu dengan seiring nikmat-Mu yang telah aku (usahakan dari perintah-Mu itu), dan aku akan kembali kepada-Mu dengan seiring dosaku (yang telah aku perbuat dari kesalahanku itu). Maka ampunilah segala dosaku (yaa Allah), karena tidak ada yang mengampuni segala dosaku kecuali Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Yaa Allah, semoga aku tetap ingat kepada (perintah)-Mu dan semoga aku selalu bersyukur kepada-Mu (dengan menerima segala perintah-Mu), dan semoga aku bertambah baik dalam mengerjakan perintah-Mu.
(Yaa Allah), semoga Engkau menghubungkan (sholatku ini dengan sholat) Nabi Muhammad beserta keluarganya dan semua sahabatnya, dengan rahmat-Mu Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Kemudian sesudah itu, menengoklah kita ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri sambil mengucapkan :

(Yaa Allah, semoga Engkau) menyelamatkan aku (dan seluruh kaum muslimim dan muslimat) dengan rahmat dan keberkahan (dari sisi-Mu).

Kemudian sesudah itu, kerjakanlah kebaikan apa yang telah Allah perintahkan kepada kita, yaitu berdzikir dengan mengingat Allah, bertasbih dengan mensucikan Allah dan memuji-muji-Nya. Atau apa saja dari suatu kebaikan yang kita akan kerjakan untuk akhir tujuan kita agar kita beruntung di dunia dan di akhirat nanti.

Demikianlah sebagian, do’a-do’a yang telah Allah berikan kepada kita dengan melalui Al Qur’an, dan itu sengaja kami kirimkan kepada saudara-saudara untuk memudahkan kita apabila kita hendak mengambil do’a-do’a untuk bahan pembicaraan kita yang kita akan bicarakan kepada Allah pada setiap gerak-gerik kita dalam melakukan sholat. Maka itu ambilah oleh kita mana saja yang sependapat dengan keinginan kita untuk mohon pertolongan kepada Allah, dan yang demikian itu karena Allah telah menyuruh kita, supaya kita mohon pertolongan kepada Allah dengan sabar, dan supaya kita mohon pertolongan-Nya itu pada setiap gerak-gerik kita dalam melakukan sholat, dan supaya kita menempatkan do’a-do’a itu pada tempat-tempatnya, yaitu sebagaimana yang telah kita tempatkan do’a do’a itu pada setiap adegan sholat.

Dan tidaklah Allah memberikan do’a-do’a itu kepada kita, melainkan itu atas do’a-do’a peninggalan orang-orang yang sebelum kita, yaitu do’a-do’a yang telah Allah berikan kepada mereka sebelum memberikannya kepada kita, supaya kita sama-sama berdo’a kepada Allah sebagaimana yang telah Allah ajarkan kepada mereka dengan melalui do’a-do’a itu. Maka itu ambilah oleh kita mana saja yang sependapat dengan keinginan kita untuk mohon pertolongan kepada Allah, mudah-mudahan Allah menolong kita di dunia dan di akhirat nanti.”

Wahai hamba-hamba Allah yang di muliakan,

Tetapkanlah iman kita kepada Allah dan Rosul-Nya dan kepada Kitab Al Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Rosul-Nya, dan kepada Kitab-Kitab yang telah Allah turunkan sebelumnya. Dan barang siapa diantara kita ada yang kafir kepada Allah dan kepada Malaikat-Malaikat-Nya dan kepada Kitab-Kitab-Nya dan kepada Rosul-Rosul-Nya dan kepada hari akhirat, maka sesungguhnya ia telah tersesat dengan sejauh-jauhnya tersesat dari jalan petunjuk Allah.

Demikianlah yang kami sampaikan kepada saudara-saudara semoga bermanfa’at bagi kita semua, dan sebelum kami mengakhiri penyampaian kami, maka tidak lupa kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya apabila ada perkataan kami yang tidak berkenan di hati saudara-saudara, karena sesungguhnya kami ini orang yang bodoh yang tidak mengetahui sesuatu apapun dalam hal itu, kecuali apa yang telah Allah ajarkan kepada kami dengan Al Qur’an, maka itu ma’afkanlah kami apabila ada kesalahan kami dalam hal ini, karena sesungguhnya kami hanya sebatas menjalankan perintah Allah yang telah Allah perintahkan kepada kami dengan melalui Al Qur’an.

Sekianlah dari kami semoga Allah melindungi kita dari gangguan syaitan yang terkutuk, dan semoga Allah menetapkan kasih sayang-Nya kepada kita selama-lamanya. Amin-Amin Yaa Robbal’aalamiin.

Wabillahii taufiq walhidayah
Wasasalamu’alaikum Wr Wb.

Kategori:Al-quran 2 Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: